Ia menipu Marcus dan teman-temannya agar datang ke bunker penelitian — tempat mereka akhirnya mengetahui asal usul wabah tersebut.
Satu per satu korban berjatuhan dalam pertarungan mengerikan melawan infeksi dan sesama yang telah berubah menjadi monster.
Film berakhir ketika Porter berhasil melarikan diri dengan perahu setelah menipu dua penyintas lainnya, Camila dan Marcus, dengan memberi mereka air yang telah ia cemari darahnya sendiri.
Adegan terakhir menunjukkan Porter menuju daratan utama, menyiratkan bahwa ia berencana menyebarkan virus ke seluruh dunia.
Review
Dengan nuansa tegang dan atmosfer kelam, Cabin Fever: Patient Zero menghadirkan sajian horor berdarah khas waralaba ini.
Efek make-up dan adegan gore-nya tergolong intens, sementara visualnya cukup memukau untuk ukuran film horor independen.
Walau demikian, alur ceritanya mendapat kritik karena kurang solid dibanding dua film sebelumnya.
Namun, bagi penggemar film bertema virus dan mutasi mengerikan, film ini tetap menawarkan ketegangan dan kengerian yang mendebarkan hingga akhir.***