Mengungkap Tradisi Kuno Film 'Gowok: Kamasutra Jawa', Hanung Bramantyo Hadirkan Kisah Dramatis Pendidikan Seksual Jawa

photo author
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 06:59 WIB
Mengungkap Tradisi Kuno Film 'Gowok: Kamasutra Jawa', Hanung Bramantyo Hadirkan Kisah Dramatis Pendidikan Seksual Jawa (IMDb)
Mengungkap Tradisi Kuno Film 'Gowok: Kamasutra Jawa', Hanung Bramantyo Hadirkan Kisah Dramatis Pendidikan Seksual Jawa (IMDb)

KLIK SAJA - Film "Gowok: Kamasutra Jawa" yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi Raam Punjabi ini mengangkat tema yang berani dan kontroversial di Indonesia: tradisi kuno Jawa yang disebut gowok.

Kisah utama berpusat pada Ratri (diperankan oleh Alika Jantinia muda dan Raihaanun dewasa), seorang perempuan yang dididik oleh Nyai Santi (Lola Amaria) untuk menjadi seorang gowok legendaris.

Gowok adalah profesi mulia di masa lalu, di mana perempuan lajang bertugas mengajarkan calon pengantin pria dari kalangan bangsawan mengenai pendidikan seksual, etika, dan cara menghormati serta memuaskan pasangan.

Ratri yang masih belia menjalin asmara terlarang dengan seorang bangsawan muda bernama Jaya (Reza Rahadian), yang kemudian mengkhianatinya.

Baca Juga: Review Film ‘Mulan Legend’ (2020), Legenda Jenderal Perang Wanita yang Tangguh Jaman Dinasti Wei

Kisah berlanjut setelah Ratri dewasa menjadi Nyai Ratri, seorang gowok ternama, yang kemudian dipercaya untuk membimbing Bagas (Devano Danendra), anak dari Jaya.

Di titik inilah, alur cerita mulai mengaitkan trauma masa lalu dengan upaya balas dendam Nyai Ratri, yang memanfaatkan peranannya sebagai guru.

Film berdurasi 2 jam 10 menit ini berlatar antara tahun 1950-an hingga 1980-an, memadukan elemen drama, kultur, dan thriller yang kental akan nuansa politik dan sistem patriarki di Jawa.

Review Film

"Gowok: Kamasutra Jawa" adalah sebuah karya sinematik ambisius yang secara efektif mengurai narasi sejarah dan budaya yang selama ini dianggap tabu di masyarakat.

Hanung Bramantyo dengan berani membawa penonton menyelami filosofi di balik praktik gowok, yang ternyata jauh dari kesan vulgar, melainkan sebagai bentuk pendidikan seksual yang menghargai kesetaraan dan kepuasan perempuan.

Baca Juga: Mantan Pesinetron Ammar Zoni Akhirnya Dijebloskan ke Lapas Nusakambangan Akibat Edarkan Narkoba Dalam Sel

Film ini berhasil menampilkan sinematografi yang autentik dan estetik, dengan setting suasana Jawa pada era 1960-an yang sangat on point.

Namun, pujian terbesar patut diarahkan pada jajaran aktor, terutama Raihaanun sebagai Nyai Ratri yang sukses membawakan karakternya dengan kedalaman emosi, serta Reza Rahadian dan Lola Amaria yang tampil memukau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X