Konsep Pelet Lintrik memberikan sentuhan horor yang khas dan lokal, membedakannya dari film hantu biasa.
Penonton disajikan dengan adegan-adegan gangguan gaib yang intens, mulai dari penampakan hingga wujud teror psikologis yang menekan batin Andin.
Sutradara mampu membangun suasana tegang, memanfaatkan kegelapan dan tata suara untuk menciptakan jump scare yang efektif.
Alur cerita bergerak cepat dan fokus, langsung menuju inti masalah, yaitu perebutan Ario melalui cara-cara gaib.
Film ini secara cerdas menggambarkan bagaimana kekuatan jahat tidak hanya merusak hubungan, tetapi juga menghancurkan keselamatan fisik dan mental keluarga.
Kelemahan film mungkin terletak pada beberapa plot hole kecil atau cliché horor yang masih digunakan.
Namun, secara keseluruhan, narasi tentang karma dan balasan dari praktik ilmu hitam tersampaikan dengan kuat.
Penggunaan elemen-elemen tradisional mistis Indonesia menambah daya tarik dan kengerian tersendiri.
Chemistry antara Adinda Thomas dan Wafda Saifan di awal terasa hangat, membuat kontras dengan dinginnya hubungan mereka setelah dipengaruhi pelet.
Film ini adalah pengingat bahwa sosok ketiga dalam sebuah hubungan tidak selalu berbentuk manusia, tetapi juga bisa berupa kekuatan gaib yang merusak.
Sosok Ketiga Lintrik wajib ditonton bagi penggemar horor yang menyukai cerita tentang santet, pelet, dan teror gaib yang didasari oleh emosi manusia yang gelap.
Rating
Rating: 4/5 Bintang (Wajib Ditonton).***
Artikel Terkait
Review Film ‘Derailed’ (2005), Kisah Perjuangan Cinta yang Penuh Aksi Baku Tembak
Review Film 'Crawl' (2019), Ketika Badai dan Teror Buaya Menjadi Kombinasi Mengerikan Akankah Ayah dan Anak Ini Selamat?
Review Film 'Derailed' (2016), Kisah Brutal Remaja Pelarian yang Terjebak dalam Cengkeraman Bos Kriminal Kejam
Review Film 'Cyberbullying' (2025), Dari Siswi yang Terpuruk Hingga Berprestasi Kisah Neira Menginspirasi Banyak Remaja
Review Film 'One Battle After Another' (2025), Aksi Mendebarkan Ala Era 90-an yang Dibintangi Leonardo DiCaprio