KLIK SAJA - Film Jembatan Shiratal Mustaqim menyuguhkan kisah mistis yang dipadukan dengan misteri ketegangan.
Cerita berfokus pada Arya yang diperankan oleh Raihan Khan, seorang pemuda yang hidupnya berubah total setelah tragedi tsunami melanda.
Sejak bencana tersebut, Arya mulai diganggu oleh teror supranatural yang intens.
Setiap malam, ia dihantui oleh bayangan menakutkan yang sangat nyata, membuatnya kesulitan untuk membedakan mana yang merupakan kenyataan dan mana yang hanya ilusi.
Teror yang tak berkesudahan itu akhirnya memaksa Arya untuk mencari tahu makna di balik penglihatan mistis yang terus menghantuinya.
Dalam upayanya menelusuri misteri tersebut, Arya mendapat bantuan penuh dari ibunya, yang diperankan oleh Imelda Therinne.
Penelusuran mereka akhirnya membawa pada temuan mengejutkan yakni teror supranatural yang dialami Arya ternyata memiliki kaitan erat dengan skandal penggelapan dana bantuan pasca-bencana yang merugikan banyak warga desa.
Jembatan Shiratal Mustaqim menonjol karena berani menyuntikkan isu sosial yakni korupsi atau penggelapan dana ke dalam balutan genre horor.
Keputusan ini memberikan bobot cerita yang lebih dalam dibandingkan film horor biasa yang hanya mengandalkan jump scare.
Raihan Khan sebagai Arya cukup berhasil membawakan karakter yang berada di antara ketakutan nyata dan kegilaan ilusi supranatural.
Ketegangan dibangun secara efektif melalui visualisasi teror yang mengganggu, memanfaatkan suasana pasca-bencana yang penuh duka dan kehancuran.
Artikel Terkait
Review Film 'Kuncen' (2025), Bukan Sekadar Pendakian Inilah Kisah Teror Gaib di Gunung Merbabu
Review Film: 'Tukar Takdir' (2025), Jebakan Takdir di Kursi Kosong dengan Kisah Pilu Sang Penyintas Tunggal Tragedi Jakarta Airways 79
Review Film 'Chainsaw Man' (2025), Ketika Denji Akhirnya Merasakan Cinta di Tengah Kekacauan Pemburu Iblis
Review Film 'Keadilan: The Verdict' (2025), Sabotase dan Drama Hukum Penuh Ketegangan Tinggi
Review Film 'The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe' (2025), Keberanian di Tengah Salju Abadi