Film Sukma sukses membangun atmosfer horor yang mencekam, terutama berkat setting rumah tua yang kaya akan sejarah kelam.
Luna Maya sekali lagi membuktikan kepiawaiannya dalam genre horor.
Ia berhasil menampilkan peran Arini dengan intensitas emosi yang tinggi, sebagai ibu yang rentan namun gigih memperjuangkan keluarganya.
Penampilan Christine Hakim sebagai Ibu Sri patut diacungi jempol.
Karakter wanita tua dengan obsesi keabadian ini berhasil disajikan sebagai sosok antagonis yang menyeramkan sekaligus tragis.
Dinamika antara Arini dan Ibu Sri menjadi daya tarik utama yang menjaga ketegangan sepanjang film.
Sayangnya, meski premisnya kuat, alur cerita di beberapa bagian terasa sedikit lambat.
Namun, jumpscare yang disajikan cukup efektif dan tidak berlebihan, lebih mengandalkan teror psikologis dan visual yang mengganggu.
Efek visual (CGI), terutama saat penampakan Ibu Sri, menunjukkan peningkatan kualitas dalam sinema horor lokal.
Film ini menarik karena menyentuh isu sosial yang relevan, yaitu tekanan terhadap wanita untuk selalu terlihat muda dan cantik.
Sukma bukan sekadar film hantu biasa, tetapi juga refleksi akan ilusi kecantikan yang abadi.
Secara keseluruhan, Sukma adalah tontonan horor yang menarik dengan pertarungan akting ciamik dari para pemain senior.
Rating
Artikel Terkait
Review Film 'One Battle After Another' (2025), Aksi Mendebarkan Ala Era 90-an yang Dibintangi Leonardo DiCaprio
Review Film ‘Shooter’ (2007), Ketika Mark Wahlberg Jadi Penembak Jitu Kelas Wahid
Review Film 'Angkara Murka' (2025), Teror Tak Terlihat di Balik Pasir Tambang
Review Film 'Thunderbolt' (2025), Mekanik Jalanan Melawan Gembong Kriminal yang Dibintangi Jackie Chan
Review Film 'Dia Bukan Ibu' (2025), Luka Setelah Perceraian Ketika Rumah Ibu Menjadi Sumber Kengerian