KLIK SAJA - "Snake Eyes: GI Joe Origins" adalah film aksi tahun 2021 yang mencoba menghidupkan kembali semesta GI Joe melalui kisah asal usul salah satu karakter paling ikonik dalam franchise tersebut, Snake Eyes.
Disutradarai oleh Robert Schwentke dan dibintangi oleh Henry Golding, film ini menjadi sekuel ketiga sekaligus reboot dalam seri film GI Joe.
Film ini juga dibintangi oleh aktor kenamaan Indonesia, Iko Uwais yang menjadi peran pendukung.
Dengan balutan aksi, intrik, dan nuansa ninja yang kental, "Snake Eyes" menyajikan perjalanan emosional dan penuh konflik dari seorang pria yang dihantui masa lalunya.
Cerita dimulai dengan tragis: seorang anak menyaksikan pembunuhan ayahnya, sebuah momen yang membentuk jalan hidupnya kelak.
Dua dekade kemudian, bocah itu telah tumbuh menjadi petarung tangguh yang dikenal sebagai Snake Eyes.
Bergabung dengan organisasi kriminal untuk menguak misteri kematian ayahnya, ia justru terseret lebih dalam ke dalam konflik antar klan ninja, pengkhianatan, dan konspirasi yang melibatkan organisasi teroris Cobra.
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada desain produksinya. Atmosfer Jepang kuno, pertarungan tangan kosong yang koreografinya apik, serta elemen mistis seperti ujian menghadapi anaconda raksasa memberikan warna tersendiri pada film ini.
Adegan laga yang intens, terutama pertarungan dalam dojo dan penyergapan melawan pasukan Kenta, sangat memanjakan mata dan berhasil menciptakan ketegangan.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa jalan cerita film ini cukup padat dan kadang terasa terburu-buru.
Plot twist mengenai identitas Snake Eyes dan pengkhianatannya pada klan Arashikage sebetulnya menarik, tetapi penyelesaiannya terkesan dipaksakan.
Hubungan Snake Eyes dengan Tommy—yang kemudian dikenal sebagai Storm Shadow—adalah inti emosional film ini. Persahabatan yang berubah menjadi permusuhan menjadi fondasi yang menjanjikan untuk kelanjutan franchise ini.
Dari sisi akting, Henry Golding tampil cukup karismatik sebagai Snake Eyes, meskipun ada bagian-bagian di mana emosi karakternya kurang tergali.
Sebaliknya, Andrew Koji sebagai Tommy berhasil mencuri perhatian dengan performa yang kompleks dan emosional.