Sikap kritis dan aktif Slank dalam berbagai kegiatan di luar musik banyak dipengaruhi oleh arahan dan nasihat dari Bunda Iffet.
Dalam pernyataannya, Bimbim menceritakan kronologi kepergian sang ibu. Bunda Iffet sempat dirawat di rumah sakit setelah tiba-tiba tidak sadarkan diri pada Senin pagi.
Meski sempat membaik, kondisinya kembali menurun dan akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya pulang, sesuai permintaan Bunda Iffet.
Ia pun menghembuskan napas terakhir beberapa jam setelah tiba di rumah.
“Masih ada dua jam untuk pamit. Kemudian, meninggal,” ucap Bimbim dengan suara bergetar.
Selamat jalan, Bunda Iffet. Namamu akan selalu hidup dalam kenangan Slank dan seluruh Slankers di mana pun berada.***