Mengenal Chen Rui Alias Ryan Alias Chinese Trump, Warga China Peniru Gaya Donald Trump Yang Viral di Sosmed

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 23 April 2025 | 13:12 WIB
Chen Rui alias Ryan alias Chinese Trump  (tangkapan layar Youtube)
Chen Rui alias Ryan alias Chinese Trump (tangkapan layar Youtube)

KLIK SAJA - Ketika seorang pria paruh baya asal Chongqing, Tiongkok yang mampu menirukan gestur hingga nada suara Donald Trump dengan sangat sempurna mulai muncul di feed Instagram orang-orang di seluruh dunia, tak butuh waktu lama baginya untuk menjadi viral.

Namanya Chen Rui, yang dikenal secara online dengan nama @trumpbyryan dan nama Inggrisnya, Ryan, tak hanya menguasai gerakan tangan khas Presiden Amerika Serikat tersebut—yang bagi sebagian orang bisa dibilang bagian paling mudah.

Bahkan dia juga berhasil menirukan irama bicara Trump dengan sangat akurat, hingga sulit dipercaya bahwa dia bukan penutur asli bahasa Inggris.

Ia sangat mampu meniru persis gerak bibir ‘monyong’ khas Trump hingga gaya bicara nada naik-turun khas presiden AS tersebut.

Bahkan tak sedikit netizen yang menjulukinya dengan sebutan 'Chinese Trump'.

Semenjak Perang Dagang Tarif yang dihembuskan pemerintah Amerika Serikat, kehadiran video-video postingan Chen Rui alias @trumpbyryan menjadi lebih populer.

“Teman-teman, kalian sedang di CHAI-na, Chongqing,” ujar Chen dalam salah satu videonya sambil mengangkat kamera untuk menunjukkan kerumunan di trotoar di belakangnya, dengan ibu jari dan jari telunjuk membentuk gestur khas Trump.

Tak lupa ia selalu mengatakan idiom-idom khas Trump seperti “so good.. so good!”, “folks!”, “that’s so bad!” dan lainnya dengan fasih dan mirip.

Superlatif, nada bicara yang naik turun, tarikan napas penuh percaya diri—semuanya begitu mirip.

Tak salah jika banyak orang mengira ia adalah ekspatriat Amerika yang menyamar sebagai warga lokal—padahal bukan. Lantas, siapa sebenarnya dia?

Chen sejatinya seorang pekerja penuh waktu di sebuah institut desain swasta terbesar di Chongqing, mengurus pemasaran dan bisnis mereka, menurut salah satu videonya.

Ia mengaku mulai membuat video sejak musim panas tahun lalu dan terkejut ketika kontennya mulai menarik perhatian.

Bahkan saat ini, ia dilibatkan oleh dinas pariwisata lokal untuk mempromosikan wilayah tersebut kepada wisatawan asing.

Kebanyakan videonya awalnya diunggah ke aplikasi lokal Douyin, lalu ke RedNote. Namun, larangan TikTok di Amerika dan gelombang “pengungsi TikTok” yang mencari alternatif, justru menjadi momentum yang mendorong popularitasnya awal tahun ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X