KLIK SAJA - Air Mata di Ujung Sajadah (2023) adalah film drama keluarga Indonesia bertema Islami yang menyentuh hati dan penuh makna.
Disutradarai oleh Key Mangunsong dan diproduseri oleh Ronny Irawan serta Nafa Urbach, film ini mencoba mengangkat kisah tentang cinta, pengorbanan, dan arti keluarga yang sesungguhnya.
Dengan skenario apik yang digarap oleh Titien Wattimena dan tim penulis lainnya, film ini berhasil menyajikan cerita yang mendalam dan relevan untuk semua kalangan.
Baca Juga: Review Film Moonrise Over Egypt (2018), Kisahkan Heroisme Diplomasi Indonesia di Awal Kemerdekaan
Sinopsis Film
Air Mata di Ujung Sajadah menceritakan tentang perjalanan cinta yang penuh liku dan transformasi emosional.
Film ini mencoba mengisahkan bagaimana cinta yang awalnya posesif dan egois berubah menjadi cinta yang membebaskan dan altruis (tanpa pamrih).
Film ini menceritakan tentang tokoh Aqilla (Titi Kamal) yang dibohongi oleh ibunya sendiri, Halimah (Tutie Kirana) bahwa bayinya dengan Arfan (Krisjiana Baharudin) meninggal karena suatu alasan.
Halimah menyerahkan bayi Aqilla untuk diasuh oleh pasangan Arif (Fedi Nuril) dan Yumna (Citra Kirana) yang sudah lama mendambakan kehadiran seorang anak.
Selepas tujuh tahun kemudian, Aqilla mengetahui bahwa anaknya, Baskara (Faqih Alaydrus) masih hidup.
Aqilla berusaha keras mendapatkan anaknya kembali, namun di sisi lain dia tidak tega merenggut kebahagiaan keluarga Arif, Yumna dan Eyang Murni (Jenny Rachman).
Di sisi lain, Arif dan Yumna juga tidak sanggup kehilangan Baskara, namun mereka juga merasa bersalah telah merebut satu-satunya kebahagiaan Aqilla.
Review Film