KLIK SAJA - Film Lincoln (2012) disutradarai oleh Steven Spielberg dan dibintangi oleh Daniel Day-Lewis sebagai Abraham Lincoln. Film ini berfokus pada bulan-bulan terakhir kehidupan Lincoln dan upayanya untuk meloloskan Amendemen Ketigabelas Konstitusi Amerika Serikat yang menghapuskan perbudakan.
Lincoln (2012) bukanlah sekadar film biografi, tetapi juga drama politik yang intens dan potret mendalam tentang seorang pemimpin di masa krisis.
Berlatar di Amerika Serikat pada tahun 1865 di tengah Perang Saudara yang berdarah, film ini berfokus pada updaya Abraham Lincoln (Daniel Day-Lewis) menghapuskan perbudakan secara permanen. Upaya ini dihadapi dengan oposisi yang kuat dari kubu Demokrat dan bahkan beberapa anggota partainya sendiri.
Film ini menggambarkan intrik politik, negosiasi yang alot, dan dilema moral yang dihadapi Lincoln dalam perjuangannya. Yang membuat film ini menonjol adalah performa Daniel Day-Lewis yang luar biasa dan penggambaran yang kompleks tentang Lincoln sebagai seorang politikus dan manusia.
Baca Juga: Review Film The King's Speech (2010): Suara Gagap Sang Raja
Perjuangan Melawan Perbudakan
Lincoln dimulai dengan menggambarkan kengerian Perang Saudara dan penderitaan yang dialami oleh para prajurit di kedua belah pihak. Lincoln menyadari bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri perang dan menyatukan kembali negara adalah dengan menghapuskan perbudakan secara konstitusional.
Namun, ia menghadapi tantangan yang berat. Kubu Demokrat di Kongres menentang keras amendemen tersebut, dan bahkan beberapa anggota Republik ragu-ragu karena khawatir akan berdampak buruk pada upaya perdamaian.
Film ini secara detail menggambarkan taktik politik yang digunakan Lincoln dan para pendukungnya untuk menggalang dukungan bagi amendemen tersebut. Mereka melakukan negosiasi yang intens, tawar-menawar politik, dan bahkan beberapa tindakan yang secara moral dipertanyakan untuk mengamankan suara yang dibutuhkan.
Lincoln digambarkan sebagai seorang politikus yang cerdik dan pragmatis, yang rela melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya.
Puncak film ini terjadi saat pemungutan suara di Kongres. Dengan ketegangan yang memuncak, amendemen tersebut akhirnya lolos dengan selisih suara yang tipis.
Kemenangan ini menandai langkah penting dalam sejarah Amerika dan mengukuhkan warisan Lincoln sebagai pembebas. Film ini diakhiri dengan adegan Lincoln memberikan pidato keduanya sebagai presiden, beberapa saat sebelum ia dibunuh.
Baca Juga: Review Film Flags of Our Fathers (2006): Di Balik Bendera Kemenangan
Artikel Terkait
Review Film Fire of Love (2022): Cinta, Lava, dan Obsesi yang Membara
Berikut Adalah Daftar Pemenang Golden Globe Awards 2025 Kategori Film Layar Lebar, Lengkap dengan Review Filmnya!
Review Film My Octopus Teacher (2020): Persahabatan di Kedalaman Samudra
Review Film Letters from Iwo Jima (2006): Surat-Surat dari Medan Perang dalam Perspektif Nippon
Review Film Flags of Our Fathers (2006): Di Balik Bendera Kemenangan
Review Film The King's Speech (2010): Suara Gagap Sang Raja