KLIK SAJA - Girl Haunts Boy (2024), disutradarai oleh Emily Ting, merupakan sajian film yang memadukan unsur komedi romantis, fantasi, dan sedikit sentuhan horor, dengan fokus utama pada tema kehilangan, persahabatan, dan penyembuhan.
Film ini mengisahkan tentang Cole, seorang remaja yang berduka atas kehilangan ayahnya, yang kemudian menjalin persahabatan yang tak terduga dengan Bea, hantu seorang gadis dari tahun 1920-an yang menghuni rumah barunya.
Dibintangi oleh Michael Cimino dan Peyton List, film fantasi-romantis berdurasi 1 jam 40 menit ini menjanjikan kisah yang menghangatkan hati dengan sentuhan supernatural yang ringan.
Baca Juga: Review Film Sugarcane (2024): Mengungkap Kebenaran dalam Luka Bangsa
Pertemuan Tak Terduga
Film ini memperkenalkan Cole (Michael Cimino), seorang remaja yang baru pindah ke rumah baru bersama ibunya setelah kematian ayahnya.
Rumah tersebut ternyata menyimpan rahasia: kehadiran Bea (Peyton List), hantu seorang gadis yang hidup di era 1920-an. Pertemuan pertama mereka diwarnai rasa penasaran dan kebingungan, baik dari Cole yang awalnya takut, maupun Bea yang ingin tahu tentang dunia modern.
Dinamika antara dua karakter utama, dengan perbedaan latar belakang waktu dan pengalaman hidup mereka saling bertaut di film ini. Mulai interaksi awal mereka yang diwarnai rasa takut, penasaran, dan humor, perbedaan mencolok antara kehidupan Bea di tahun 1920-an dengan dunia modern yang dihadapi Cole.
Proses terbentuknya persahabatan di antara Cole dan Bea menjadi hal yang ditonjolkan meskipun mereka berbeda dimensi.
Babak pun berlanjut setelah tercipta dasar bagi perkembangan hubungan antara Cole dan Bea untuk menyambut konflik yang akan mereka hadapi.
Baca Juga: Review Film Ferry 2 (2024): Ferry Bouman Kembali ke Dunia Kejahatan
Menghadapi Kehilangan Bersama
Inti cerita dari Girl Haunts Boy adalah tentang bagaimana Cole dan Bea saling membantu menghadapi kehilangan dan kesepian.
Artikel Terkait
Review Film The Last Duel (2021): Tarian Maut Terakhir yang Mengungkap Kebenaran di Abad Pertengahan Prancis
Review Film Munich – The Edge of War (2021): Menelisik Diplomasi dan Konspirasi Menjelang Badai
Review Film Operation Mincemeat (2022): Sajian Tipu Daya di Tengah Perang Dunia II
Review Film Lost on a Mountain in Maine (2024): Perjuangan Donn Fendler Bertahan di Belantara Maine
Review Film Ferry 2 (2024): Ferry Bouman Kembali ke Dunia Kejahatan
Review Film Sugarcane (2024): Mengungkap Kebenaran dalam Luka Bangsa