IMDb memberikan rating 7.8/10, sedangkan saya secara subyektif memberikan nilai 7.5/10. Canon ceritanya dengan Presiden Amerika dan J. Edgar Hoover membuat saya kembali semangat menikuti plotnya, dimana juga terhibur dengan hadirnya Brendan Fraser di akhir film.
Martin Scorsese dikabarkan ingin membuat film tentang "Yesus Kristus" lagi, dan saya tidak sabar untuk menantikannya. Sudut pandang orang idealis sepertinya bisa tersampaikan dengan baik, bila dapat kesempatan secara terbuka melalui media Film.
Artikel Terkait
Review Film Megalopolis (2024): Ambisi dan Konflik di Jantung Roma Abad 21
Review Film Subservience (2024): Ketika Teknologi Mengendalikan Hasrat dan Kekerasan
Review Film The Bricklayer (2023): Agen CIA yang Kerja Sampingannya Jadi Tukang Pasang Batu Bata
Review Film Anora (2024): Kisah Dewasa tentang Cinta, Kelas Sosial, dan Pilihan Hidup Seorang Pekerja Seks
Review Film The Seed of the Sacred Fig: (2024) Sebuah Potret Paranoia Keluarga di Tengah Gejolak
Review Film San Andreas (2015): Aksi Dwayne Johnson Melawan Dahsyatnya Gempa Bumi