Review Film The Tearsmith (2024): Perjuangan Cinta yang Terpendam dalam "Makam Jiwa"

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Kamis, 2 Januari 2025 | 19:00 WIB
Poster film The Tearsmith Netflix (Tangkapan layar Instagram @biondo)
Poster film The Tearsmith Netflix (Tangkapan layar Instagram @biondo)

Hendak meninggalkan Grave, keluarga Milligan dan Nica teralihkan oleh alunan piano yang dimainkan oleh Rigel. Sejurus kemudian, merekapun akhirnya pulang untuk "fase percobaan" keluarga angkat ini, bersama dengan Rigel Wilde.

Tinggal dalam satu rumah bersama keluarga Milligan, ternyata meledakkan konflik antara Nica dan Rigel yang sudah terpupuk selama di panti asuhan. Keras kepalanya Rigel, ternyata membuat Nica selalu bertanya-tanya apa gerangan penyebab "calon saudaranya" ini begitu membencinya.

Baca Juga: Review Film Blitz (2024): Perjuangan Warga Britania Di Bawah Hujan Bom

Makna Tersirat dari Pembuat Air Mata (Fabbricante di lacrime)

Sang novelis, Eric Doom, tentu ingin agar judul asli karyanya membekas di ingatan penonton. Disinilah tugas Nica Dove menjelaskan melalui percepatan babak di awal film, tentang makna sesungguhnya "Pembuat Air Mata". Disubtitle Bahasa Indonesia film ini, The Tearsmith sering ditulis sebagai Juru Air Mata.

Sosok The Tearsmith digambarkan melalui sebuah dongeng yang banyak diperbincangkan anak-anak di dalam panti asuhan. Dongeng sebelum tidur tersebut bercerita tentang sebuah dunia dimana tidak mengenal adanya tangisan. 

Jauh di dalam dunia itu hiduplah seorang Pembuat Air Mata yang tinggal dalam kesepian dan kegelapan. Matanya sebening kaca, serta ia dapat mengeluarkan air mata kesedihan seperti kristal.

Lalu banyak orang datang padanya dan meminta untuk merasakan emosi manusi malang tersebut. Air mata The Tearsmith diteteskan ke mata mereka, lalu menangislah mata-mata yang belum pernah mengeluarkan air mata itu.

Tangisan itu berisikan emosi, kenestapaan, kedukaan, kehilangan, serta juga mengandung makna bahagia, sukacita dan rasa bangga. 

Pembuat air mata adalah sosok yang bisa dekat, ataupun jauh dari kita. Apabila kita mengingatnya, akan menimbulkan percampuran emosi-emosi tersebut. Pesan ini adalah intisari dari seluruh perjalanan Nica dan Rigel di sepanjang film.

Baca Juga: Review Film Sing Sing (2023): Kekuatan Transformatif Rehabilitasi RTA dan Takdir Mulia Seorang Narapidana

Pengalaman Menonton dan Review Rating

Lagu "I Love You" milik Billie Eilish cukup mendominasi di sepanjang film. Ini sangat membantu memberikan emosi dalam perjuangan cinta Nica dan Rigel, alih-alih hanya dipertontonkan adegan dewasanya.

Plot film ini ringan, dengan twist yang cukup bisa ditebak setelah mengetahui gelagat emosional tokoh-tokohnya. Perasaan saya menonton film The Tearsmith, seperti mendengarkan smooth instrumental music di dalam perjalanan berkendara. Tidak terlalu menguras otak dan emosi, just enjoy it.

Rating di IMDb hingga satu pekan penayangannya cukup bagus, dan memberikan score 5.3/10. Konfliknya lebih renyah daripada drama percintaan serupa seperti My Fault yang jauh lebih rumit. Ini memudahkan Alessandro Genovesi untuk menyudahinya dengan easy happy ending.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: Netflix, IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X