Dalam bahasa Melayu lama, kereta dipakai untuk menyebut kendaraan tanpa mesin, biasanya yang ditarik hewan.
Dari sinilah kata tersebut kemudian berkembang dan bertahan di Sumatra Utara, hingga akhirnya melekat khusus untuk sepeda motor.
Warisan Bahasa yang Masih Hidup
Ketika bahasa Indonesia berkembang dan sepeda motor mulai mendapat sebutan resmi sebagai “kendaraan bermotor”, masyarakat Medan tetap mempertahankan istilah “kereta” yang sudah akrab dalam percakapan sehari-hari.
Hingga kini, kata itu menjadi bagian dari identitas bahasa pergaulan di Sumatra Utara.
Jadi, kalau berkunjung ke Medan lalu mendengar orang berkata, “Naik kereta, yuk!”, jangan bayangkan kereta api—yang dimaksud pasti sepeda motor.***