KLIK SAJA – Jika anda bukan warga Sumatra Utara, lalu pada suatu kesempatan plesiran ke kota Medan, sudah pasti kebingungan dengan warga di sana yang menyebut sepeda motor dengan kata ‘kereta’.
Kebanyakan dari kita mengenal kata kereta itu identik dengan kendaraan yang ditarik dengan hewan atau penggunaan alat transportasi ‘kereta api’
Masyarakat Medan, atau Sumatra Utara pada umumnya, punya sebutan unik untuk sepeda motor.
Jika di banyak daerah di Indonesia orang menyebutnya “motor”, di Medan sepeda motor justru akrab dipanggil “kereta”.
Keunikan penggunaan kereta untuk sepeda motor pada warga Medan dan sekitarnya tentunya memantik rasa ingin tahu kita.
Alasan mengapa frase ‘kereta’ digunakan oleh warga Medan dan sekitarnya untuk menyebut sepeda motor.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kereta memiliki tiga arti. Pertama, kendaraan beroda dua atau empat yang biasanya ditarik oleh kuda.
Kedua, berarti kereta api. Ketiga, dapat pula merujuk pada sepeda motor. Nah, makna ketiga inilah yang sejak lama melekat dalam budaya tutur masyarakat Medan.
Sejarah Singkat Penggunaan Kata “Kereta”
Pada jaman kolonial Belanda, warga Melayu Deli di area Medan menyebut semua kendaraan yang bergerak tanpa dikendalikan langsung oleh manusia disebut “kereta”.
Jenis yang paling awal adalah kereta yang ditarik lembu. Seiring perkembangan zaman, muncullah kereta bermesin atau berjentera.
Namun dalam keseharian, sebutan berjentera kemudian hilang, dan masyarakat hanya menyebutnya “kereta”.
Uniknya, penggunaan kata “kereta” di Medan ternyata punya kaitan erat dengan bahasa Melayu. Di Semenanjung Malaysia, misalnya, kata kereta justru digunakan untuk menyebut mobil.
Hal ini tidak lepas dari sejarah panjang bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan sejak era Kesultanan Deli.