edukasi

Mengenal Nyobeng, Ritual Mistis Memandikan Tengkorak Suku Dayak Bidayuh di Kalimantan Barat

Rabu, 3 September 2025 | 04:16 WIB
Ritual Upacara Nyobeng (1001 Indonesia)

KLIK SAJA – Khasanah budaya Indonesia memang sangat beragam dan bahkan memiliki keunikan tersendiri.

Salah satu tradisi yang unik atau bahkan bisa dikatakan agak menyeramkan bisa kita temui pada Suku Dayak Bidayuh di Kalimantan Barat yang memiliki kebiasaan memandikan tengkorak manusia.

Suku Dayak Bidayuh di Dusun Sebujit, Kecamatan Siding, Bengkayang, Kalimantan Barat, memiliki sebuah tradisi unik yang diwariskan turun-temurun: upacara Nyobeng, yaitu ritual memandikan tengkorak manusia.

Saat upacara berlangsung, puluhan tengkorak tersusun rapi berdampingan dengan sesaji. Pemangku adat melantunkan mantra, menciptakan suasana mistis yang begitu kental.

Ritual ini tak hanya menghadirkan nuansa spiritual, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang peperangan di masa lampau.

Jejak Sejarah dalam Tengkorak

Konon, tengkorak yang digunakan dalam Nyobeng merupakan peninggalan peperangan sebelum adanya perdamaian.

Dahulu, Suku Dayak Bidayuh yang mendiami wilayah Indonesia dan Malaysia kerap berkonflik.

Kepala musuh yang berhasil dipenggal atau mengayau oleh tetua adat kemudian disimpan sebagai simbol kemenangan sekaligus perdamaian bagi Dayak Bidayuh serumpun di kedua negara.

Baca Juga: Mengenal Santet Segoro Pitu, Ilmu Hitam Paling Menakutkan dari Jawa

Kini, tengkorak-tengkorak tersebut dijaga dengan penuh kehormatan. Mereka ditempatkan di Rumah Balug, bangunan khas suku Dayak, dan telah tersimpan aman ratusan tahun lamanya.

Saat upacara Nyobeng, tengkorak yang mulai rapuh karena dimakan usia diturunkan satu per satu, diiringi nyanyian adat dan tabuhan genderang Simlog bersama gong dan kenong.

Tengkorak manusia berjajar dengan tengkorak rusa, lalu satu per satu diperciki air dari tempayan yang sudah didoakan.

Dengan gelas bambu, air bermantra itu diguyurkan secara perlahan. Prosesi dilanjutkan dengan penyembelihan seekor babi, darahnya ditampung dalam mangkuk kecil untuk melumuri tengkorak-tengkorak tersebut. Selama prosesi berlangsung, mantra terus dilantunkan tanpa henti.

Halaman:

Tags

Terkini