Tanggung jawab membiayai hidup keluarganya itu terus berlanjut hingga Kak Parley berusia 36 tahun.
la sempat hopeless apakah dengan usianya tersebut, masih ada harapan untuk bisa mendapatkan beasiswa S2.
Beruntung suatu hari Kak Parley mendapatkan informasi, ada kebijakan baru di kantornya yang bisa memberikan beasiswa ke karyawan hingga batas usianya 38 tahun.
Karena masih memenuhi syarat, Kak Parley gak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Jadi, now or never, nih. Saya akhirnya bertekad buat kejar beasiswanya saat itu juga. Kalau ditunda-tunda, bisa gak sempet daftar. Alhamdulillah dapet dukungan dari atasan dan rekan kantor."
Finally, dapat beasiswa S2 setelah berjuang 6 bulan di tengah kesibukan bekerja
"Kondisinya kan lagi pandemi dan istri saya baru melahirkan anak pertama, jadi saya harus menyisihkan waktu ekstra buat nyicil persiapan beasiswa di tengah kerja, mulai dari IELTS, GMAT, hingga esai.
Saya kontak teman- teman saya buat dapetin tips persiapannya gimana, kami diskusi, dan mereka juga proofread esai saya."
Baca Juga: Ombudsman RI Buka Peluang Karier, Lulusan SMA Silahkan Daftar!
Di tengah kesibukan menjadi seorang ayah dan pekerja full-time, Kak Parley tetap memaksimalkan waktunya untuk persiapan beasiswa.
Akhirnya, lelah itu terbayar 6 bulan kemudian! Namanya dinyatakan lolos beasiswa dari kantornya untuk melanjutkan studi S2 ke luar negeri, dengan pilihan jurusan Finance & harus di kampus Top US & UK.
Sempat retake IELTS hingga 3x, finally dapat LoA dari Columbia University!
Setelah dinyatakan lolos beasiswa, perjuangan hunting LoA berlanjut selama 3 bulan kemudian.
Ia bahkan sempat harus retake IELTS 3x, buat akhirnya bisa ningkatin skor 6.5 ke 7.0 sesuai syarat kampus, dengan cara terus berlatih tanpa perlu malu bertanya dan minta pendapat ke orang lain.