Dalam percakapan tersebut, persoalan pendidikan dan kebutuhan anak menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan.
“Sekolahnya gimana? Kehidupannya gimana? Aku enggak punya apa-apa sekali sekarang. Dia sering dimarahin, dikatain, tapi gimana, aku enggak kuat,” tulis pesan yang diduga dikirim oleh Winda pada hari yang sama.
Ketika temannya memberikan saran mengenai sekolah anak, Winda disebut tetap memikirkan keberlangsungan pendidikan mereka.
“Kasidah dia enggak sekolah dan enggak makan. Sekolahnya yang penting, kalau aku di luar jadi gelandangan pun bisa aku tahan,” sambungnya.
Percakapan tersebut menjadi bagian dari informasi yang dibagikan pihak yang dekat dengan Winda mengenai kondisi yang disebut dialaminya sebelum meninggal.
Winda Disebut Sudah Menyiapkan Barang untuk Keluar Rumah
Selain pesan mengenai kondisi rumah, unggahan yang sama juga memperlihatkan foto tas dan koper milik Winda.
Foto tersebut disebut berkaitan dengan rencana Winda untuk mengemas barang-barangnya dan keluar dari rumah mantan suaminya.
Isi percakapan yang dibagikan menunjukkan adanya keinginan untuk mencari jalan keluar dari situasi yang sedang dihadapi.
Namun, dari materi yang dibagikan, belum dapat dipastikan apakah rencana tersebut benar-benar terlaksana sebelum Winda meninggal dunia.
Keluarga menggunakan sejumlah pesan tersebut sebagai bagian dari gambaran mengenai kondisi Winda menjelang kematiannya.
Isi percakapan tersebut juga perlu dipahami sebagai informasi yang dibagikan melalui media sosial dan masih menjadi bagian dari konteks yang dipersoalkan keluarga.
Winda Disebut Menunggu Rumah Terjual untuk Membuka Usaha
Akun Instagram yang sama juga membagikan informasi mengenai rencana Winda setelah rumahnya terjual.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Winda sebelumnya telah membicarakan rencana membuka usaha bersama temannya.
“Pada tanggal 26 Juni 2026, korban mengajak temannya membuka usaha di Kota A jika hasil penjualan rumah sudah ada,” tulis akun @sahabatloreana pada Jumat, 7 Agustus 2026.