Dugaan itu muncul karena pada lantai tersebut sedang berlangsung pekerjaan renovasi.
“Tadi ada yang menyampaikan berawal dari lantai 11 di mana di lantai 11 itu sedang melakukan renovasi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung di lokasi kejadian kepada awak media pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Namun, dugaan awal tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Polisi akan melibatkan saksi dan Puslabfor Bareskrim Polri untuk memastikan sumber api.
Puslabfor Bareskrim Polri Dilibatkan untuk Cari Penyebab Kebakaran
Penyelidikan mengenai penyebab kebakaran tidak hanya dilakukan berdasarkan keterangan awal dari lokasi kejadian.
Pihak kepolisian akan meminta pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor Bareskrim Polri.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui titik awal munculnya api dan faktor yang menyebabkan kebakaran.
“Namun untuk memastikan sumber api tentunya nanti baik dari saksi-saksi dan Puslabfor, Pusat Laboratorium Forensik Polri yang akan turun dan dapat menentukan sumber titik api dan penyebab api tersebut,” imbuhnya.
Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab kebakaran.
Sampai tahap tersebut selesai, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan.
Sebanyak 30 Mobil Damkar dan 180 Personel Dikerahkan
Penanganan kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta melibatkan kekuatan besar dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.
Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Selain kendaraan pemadam, sekitar 180 personel juga diturunkan untuk menangani kebakaran.
Kondisi gedung yang terbakar hingga lantai atas membuat petugas membutuhkan peralatan khusus untuk menjangkau titik api.
Dari total unit yang dikerahkan, tiga mobil merupakan unit Bronto Skylift.