Ia membantah anggapan bahwa Loren datang untuk menemui mantan suaminya atas kemauan sendiri.
Yestin mengatakan dirinya sempat merasa ragu ketika Loren akan kembali ke Medan.
“Anakku bukan datang ke Medan sendiri, bahkan dia datang ke rumah mertuanya atau minta rujuk. Tidak Tuhan, tidak seperti itu dunia,” ucap Yestin sambil menangis di depan peti Loren, dikutip dari unggahan video Instagram @justiceforwindaloren2 pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Yestin, Loren dijemput langsung oleh ibu kandung mantan suaminya dari Jakarta.
“Anakku dijemput sama ibu kandung mantan suaminya, anakku dijemput langsung dari Jakarta, bawa ke Medan untuk dibawa rujuk bersatu dengan suaminya, kepada Iman,” imbuh Yestia.
Keluarga Ungkap Loren Sempat Ingin Kabur dari Bandara
Keluarga juga mengungkap percakapan yang disebut sebagai komunikasi Loren dengan seorang sahabatnya sebelum berangkat ke Medan.
Tangkapan layar percakapan tersebut dibagikan melalui akun Instagram @sahabatloren dan disebut terjadi pada 5 Juni 2026.
Dalam percakapan itu, Loren disebut sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan barang bawaannya di bandara.
“Bagasi aku biarin aja?” tulis pesan yang diduga kiriman Loren kepada sahabatnya dan disarankan untuk meninggalkan semua barangnya di bandara. Beberapa menit kemudian, Loren kembali mengirim pesan bahwa dirinya akhirnya memilih ikut ke Medan. “Engak apa-apa aku ikut, udah curiga mereka dari tadi. Nanti di Medan juga bisa cari cara,” tulis loren lagi.
Pesan Chat Disebut Menunjukkan Loren Ingin Melarikan Diri
Percakapan yang dibagikan keluarga disebut berkaitan dengan keberangkatan Loren dari Jakarta menuju Medan pada 5 Juni 2026.
Dalam keterangan unggahan, percakapan tersebut ditafsirkan sebagai tanda bahwa Loren ingin keluar dari situasi yang membuatnya merasa tidak bebas.
“Di percakapan tersebut, korban mengutarakan niatnya untuk kabur dari pengawasan keluarga mantan suami. Temannya memberikan solusi untuk kabur dari pengawasan pada saat berada di terminal keberangkatan, upaya tersebut dilakukan karena temannya tidak ingin kejadian dimasa lalu terulang kembali,” tulis keterangan unggahan, dikutip pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Namun, rencana tersebut disebut tidak dilakukan oleh Loren ketika berada di bandara.
“Niat untuk kabur tersebut gagal karena korban merasa bimbang, memilih antara kebebasannya atau memilih bertemu anaknya, dan juga korban selalu dipantau dan diikuti kemanapun korban melangkah,” sambungnya.