Jumlah tersebut setara dengan sekitar 34,5 persen dari target nasional sebanyak 430.535 unit.
Besarnya porsi tersebut menunjukkan peran strategis BRI dalam mendukung sektor perumahan.
BRI Optimistis Target Akhir Tahun Bisa Tercapai
BRI menegaskan kesiapan untuk memenuhi target penyaluran KUR Perumahan hingga akhir tahun 2026.
Salah satu faktor pendorongnya adalah bunga program yang relatif rendah sehingga cicilan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut juga terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kondisi tersebut ikut mendorong pertumbuhan penyaluran KUR Perumahan sepanjang tahun.
BRI meyakini tren positif tersebut akan terus berlanjut hingga penghujung tahun.
“KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi, pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan. Karena itu, cicilannya masih sangat terjangkau. Hal tersebut membuat masyarakat antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun,” jelas Hery Gunardi.
Dukungan BRI Perkuat Program 3 Juta Rumah
Komitmen BRI dalam menyalurkan pembiayaan perumahan mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah.
Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Dukungan tersebut juga membantu mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah yang menjadi agenda prioritas nasional.
Melalui pembiayaan bersubsidi, masyarakat berpenghasilan rendah memiliki peluang lebih besar untuk memiliki rumah.
Kolaborasi pemerintah dan perbankan diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program tersebut.
Dengan capaian yang telah diraih hingga Juli 2026, BRI menjadi salah satu penggerak utama pembiayaan sektor perumahan nasional.***