Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak huni.
Penyaluran FLPP juga melengkapi kontribusi BRI dalam mendukung kebijakan pembiayaan perumahan nasional.
Dengan dua skema tersebut, BRI memperkuat dukungannya terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan hunian yang terjangkau.
Pemerintah Beri Apresiasi atas Kinerja BRI
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap capaian BRI dalam penyaluran KUR Perumahan.
Menurutnya, BRI menjadi bank dengan pencapaian tertinggi dibandingkan lembaga perbankan lainnya.
Kontribusi tersebut dinilai berperan besar dalam mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
Penyaluran yang terus meningkat juga menjadi perhatian pemerintah dalam berbagai pembahasan mengenai KUR.
Apresiasi tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi BRI terhadap program prioritas nasional.
“Dalam seminggu ini kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden. Yang pertama di Hambalang minggu lalu, yang kedua kemarin juga dilaporkan dalam taklimat oleh Menko soal KUR. Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan, Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah pencapaian kinerja Bank BRI,” kata Maruarar.
BRI Memegang Porsi Strategis dalam Program Nasional
Data pemerintah menunjukkan BRI memegang porsi terbesar dalam target penyaluran KUR Perumahan nasional.
Dari target 88.535 unit dengan plafon Rp50 triliun, BRI mendapat target 46.230 unit atau sekitar 52,2 persen.
Dari sisi plafon pembiayaan, porsi target BRI mencapai sekitar 24 persen dari total nasional.
Tidak hanya itu, dalam keseluruhan program pembiayaan perumahan nasional, BRI memperoleh mandat pembiayaan 148.535 unit.