Ferri berharap akun-akun yang menyebarkan narasi keliru segera menghentikan unggahannya.
"Jadi tolong hentikan postingan seperti itu karena banyak warganet yang salah paham," sambungnya.
Ia khawatir informasi tersebut dapat merugikan dirinya maupun orang lain yang ada dalam video.
Klarifikasi dilakukan agar masyarakat mengetahui fakta sebenarnya.
Langkah tersebut juga menjadi upaya menghentikan penyebaran hoaks.
Jadi Pengingat Agar Bijak Bermedia Sosial
Kasus ini menunjukkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Video yang beredar sebelumnya tidak disertai data pendukung mengenai lokasi, waktu kejadian, maupun identitas orang yang terekam.
Kondisi tersebut membuat informasi mudah disalahartikan oleh publik.
Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan narasi yang menyertai unggahan.
Sikap kritis dan verifikasi informasi menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial.
Video dua pria yang dibungkus lakban ternyata bukan berkaitan dengan aksi pencurian seperti yang sempat ramai diberitakan.
Klarifikasi dari pengunggah menunjukkan bahwa tayangan tersebut hanyalah konten challenge untuk hiburan di TikTok.
Kasus ini menjadi pengingat agar setiap informasi yang beredar di media sosial selalu diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.***