“Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga. Saya sangat sedih dan terpukul saat membaca kejadiannya,” tulis @dr.marbun_spog.
“Di IGD itu kita adalah TIM, tim yang harus saling melengkapi dan melindungi, dokter Icha menjadikan pelajaran perlindungan di IGD masih kurang untuk nakes. Untuk anggota DPRD yang terhormat, gimana tidurmu nyenyak?” tulis @dr.risfinst.
Berbagai unggahan tersebut memperlihatkan besarnya empati sekaligus kekhawatiran tenaga kesehatan terhadap keselamatan mereka saat bertugas.
Seruan agar perlindungan terhadap tenaga medis diperkuat pun semakin banyak disuarakan.
Kasus Dokter Icha Jadi Sorotan dan Picu Seruan Lindungi Nakes
Selain rekan sejawat, berbagai akun tenaga kesehatan juga menyoroti kasus ini sebagai pengingat pentingnya perlindungan terhadap profesi medis.
“Turut berduka cita atas wafatnya dr. Icha. Seorang nakes yang berjuang di IGD salah satu RS di NTT dan diduga diintimidasi oleh keluarga pasien yang akhirnya mengalami depresi dan wafat. Tenaga medis harus dilindungi, bukan diintimidasi,” tulis @dokterhukum.ind.
Kasus ini memicu diskusi luas mengenai keamanan tenaga kesehatan saat memberikan pelayanan kepada pasien.
Banyak pihak berharap dugaan intimidasi terhadap tenaga medis dapat ditangani secara serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Perhatian publik terhadap kasus dokter Icha juga terus mengalir melalui berbagai platform media sosial.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan.***