nasional

Saham GOTO Kembali Jadi Perbincangan, Kutukan Gocap Viral saat Harga Bertahan di Rp50 Meski Buyback Rp3,5 Triliun Disetujui

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:35 WIB
Saham GOTO Kembali Jadi Perbincangan, Kutukan Gocap Viral saat Harga Bertahan di Rp50 Meski Buyback Rp3,5 Triliun Disetujui (Harga saham GOTO bertahan di level Rp50 per lembar (Dok Kilat.com))

KLIK SAJA - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial setelah harganya kembali bertahan di level Rp50 per saham.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai candaan sekaligus keluhan dari investor ritel yang telah lama menahan saham GOTO. Istilah "kutukan gocap" bahkan kembali viral di berbagai platform, terutama Threads.

Di sisi lain, perusahaan sebenarnya baru saja mengumumkan aksi korporasi berupa buyback saham bernilai triliunan rupiah.

Namun hingga kini sentimen tersebut belum mampu mengubah pergerakan harga saham secara signifikan.

Istilah "Kutukan Gocap" Viral di Media Sosial

Fenomena "kutukan gocap" kembali ramai diperbincangkan setelah saham GOTO bertahan di harga Rp50 per lembar.

Banyak investor menganggap angka tersebut seolah menjadi batas yang sulit ditembus oleh saham emiten teknologi tersebut.

Salah satu unggahan yang menarik perhatian berasal dari akun @adistyyy.tp.

"Apakah GOTO bakal keluar dari kutukan GOCAP? Ini hanyalah masalah waktu. Saatnya bikin wasiat untuk anak bungsu kalau ayahmu punya saham GOTO," tulis akun tersebut disertai emoji tertawa, seperti dikutip oleh Kilat.com, salah satu media mitra Promedia Group pada Jumat 26 Juni 2026.

Unggahan itu ditonton lebih dari 5.700 kali dan memancing berbagai komentar dari investor lainnya.

Candaan tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana sentimen investor ritel masih dipenuhi rasa frustrasi terhadap pergerakan saham GOTO.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Tak Hanya Meriah di Stadion, Sejumlah Maskapai Hadirkan Livery Pesawat Bertema FIFA yang Mencuri Perhatian

Investor Lama Mengaku Masih Menanggung Kerugian

Percakapan di media sosial juga diwarnai curahan hati investor yang masih mengalami kerugian besar.

Halaman:

Tags

Terkini