Dalam acara tersebut, panitia menyiapkan lakon berjudul 'Pendawa Bangun Praja'.
Cerita ini dikenal memiliki pesan filosofis mengenai pembangunan moral dan perjuangan manusia.
Lakon tersebut menggambarkan proses transformasi menuju kehidupan yang lebih baik.
Nilai-nilai yang diangkat juga selaras dengan semangat Polri Presisi untuk hadir di tengah masyarakat.
Pertunjukan wayang ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan malam hari.
Namun juga menjadi ruang refleksi tentang nilai keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan.
Seniman Lokal Banyuwangi Turut Ramaikan Acara
Selain menghadirkan dalang nasional, panitia juga mengundang sejumlah seniman lokal Banyuwangi.
Beberapa nama yang akan tampil yakni Catur Arum, Maestro Gandrung Temu Misti, serta duet pelawak Gandu dan Pentol.
Kehadiran seniman daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat nuansa budaya lokal.
Panitia berharap masyarakat dapat menikmati perpaduan seni tradisional dari berbagai unsur.
Ribuan undangan juga telah disebarkan kepada berbagai kalangan.
Mulai dari Forkopimda, pencinta seni, kepala desa, hingga masyarakat umum.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Antisipasi Ramainya Penonton