Kegiatan wayang kulit ini disebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan budaya tradisional Indonesia.
Ketua Panitia, Kompol Sudarsono menyampaikan bahwa seni wayang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat.
"Ini adalah bentuk kepedulian Polri dalam melestarikan nilai-nilai budaya bangsa, khususnya seni budaya wayang kulit," ujar Sudarsono di Banyuwangi, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menilai wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan moral.
Persiapan acara pun melibatkan banyak personel Polresta Banyuwangi.
Seluruh panitia bekerja agar pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Ki Bayu Aji dari Solo Akan Tampilkan Lakon Pewayangan
Polda Jatim menghadirkan dalang nasional Ki Bayu Aji dari Surakarta (Solo) dalam pertunjukan wayang kulit tersebut.
Nama Ki Bayu Aji dikenal luas sebagai salah satu dalang papan atas Indonesia.
Ia merupakan putra dari maestro dalang legendaris almarhum Ki Anom Suroto.
Kemampuan Ki Bayu Aji dalam membawakan cerita pewayangan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Ia dikenal piawai memainkan sabetan atau gerakan wayang yang lincah dan penuh karakter.
Kehadiran dalang dari Solo ini diharapkan membuat pagelaran semakin istimewa.
Lakon Pendawa Bangun Praja Bawa Pesan Filosofis