Pemkot Semarang juga melakukan pendataan terhadap infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Jalan lingkungan, fasilitas permukiman, hingga akses utama warga menjadi fokus survei yang dilakukan petugas.
Pendataan tersebut penting untuk menentukan prioritas perbaikan sesuai tingkat kerusakan di lapangan.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan proses identifikasi sudah mulai dilakukan sejak Sabtu.
Selain jalan lingkungan, kerusakan badan jalan akibat luapan sungai juga memerlukan koordinasi lintas instansi.
Perbaikan diharapkan bisa segera dilakukan agar masyarakat kembali nyaman beraktivitas.
Ratusan Kepala Keluarga Terdampak Banjir
Banjir yang melanda Tugu dan Ngaliyan berdampak pada ratusan kepala keluarga.
Baca Juga: 6 Kelurahan Terdampak Banjir di Semarang, Ratusan Keluarga Kesulitan Aktivitas Sehari-hari
Data dari Kecamatan Tugu mencatat setidaknya 313 kepala keluarga terdampak langsung akibat luapan Sungai Plumbon.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan fasilitas lingkungan dan gangguan aktivitas sehari-hari.
Sebagian warga harus membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sisa material banjir.
Pemerintah daerah pun menyalurkan bantuan dan melakukan pendampingan bagi warga terdampak.
Kondisi tersebut membuat penanganan banjir menjadi prioritas utama Pemkot Semarang.
Pemkot Minta Warga Tetap Waspada Cuaca Ekstrem