KLIK SAJA - Terungkapnya kasus korupsi importasi di DJBC Semarang membuka fakta baru adanya pihak yang mengaku bisa “membereskan” perkara.
Fenomena ini membuat KPK langsung memberi peringatan keras kepada masyarakat.
Para calo ini diduga menawarkan jalur non hukum untuk menghentikan kasus.
Modus seperti ini dinilai sangat berbahaya karena memanfaatkan kepanikan pihak yang terlibat.
KPK menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan pihak semacam ini.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa praktik mafia hukum masih mengintai kasus besar.
KPK Ungkap Informasi Langsung dari Wilayah Semarang
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut informasi terkait calo ini berasal dari Semarang.
Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya jaringan yang bermain di balik kasus ini.
KPK pun mulai menelusuri pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan.
“KPK mendapatkan informasi adanya pihak-pihak yang mengklaim bisa mengatur dan mengurus perkara penyidikan di KPK, khususnya dalam perkara Bea dan Cukai ini,” kata Budi.
Pernyataan ini menjadi peringatan resmi kepada publik.
KPK juga memastikan akan menindak pihak yang terbukti melakukan praktik tersebut.