entertainment

Review Film Iceman: The Time Traveler (2018), Ketika Pengawal Kaisar Dinasti Ming Terjebak di Masa Modern Hong Kong

Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:13 WIB
Iceman: The Time Traveler (tivie)

KLIK SAJA  - Iceman: The Time Traveler (yang juga dikenal dengan judul asli Bing Feng Xia 2) dirilis tahun 2018 merupakan film feature asal Hong Kong berdurasi 1 jam 28 menit yang disutradarai oleh Raymond Yip (Wai-Man Yip).

Ditulis oleh Fung Lam, Mark Wu, dan Manfred Wong, film bergenre perpaduan Wuxia, fiksi ilmiah, serta fantasi ini merupakan kelanjutan langsung dari prequel-nya, Iceman 3D.

Ditujukan untuk penonton berusia 15 tahun ke atas, film yang dirilis pada 2 November 2018 ini mengusung jajaran bintang ternama seperti aktor legendaris Donnie Yen, Baoqiang Wang, dan Shengyi Huang sebagai jajaran pemeran utamanya.

Film ini juga menjadi kembalinya sosok aktor kawakan Donnie Yen dalam aksi laga.

Sisi menarik film ini adalah konsep time traveler dari zaman Tiongkok Klasik pada Dinasti Ming hingga ke masa modern, yang menjadi kekuatan utama sinema ini.

Plot Cerita

Premis cerita berfokus pada kisah seorang pengawal kekaisaran (imperial guard) era Dinasti Ming yang diburu oleh tiga teman masa kecilnya sendiri akibat sebuah pengkhianatan.

Pertarungan sengit di antara mereka terhenti mendadak ketika badai salju hebat menerjang dan mengubur mereka hidup-hidup.

Tubuh mereka terperangkap serta membeku dalam es selama kurun waktu 400 tahun.

Baca Juga: Review Film Maoshan Heavenly Master (2022), Aksi Guru Taois Melawan Sosok Jahat Penyerap Jiwa-Jiwa Manusia

Empat abad kemudian, jasad-jasad beku ini ditemukan dan dikirim ke Hong Kong untuk diteliti secara medis.

Namun, sebuah insiden membuat mereka secara tidak sengaja meleleh dan bangkit kembali di era modern, yang seketika menghidupkan kembali dendam serta pertempuran masa lalu yang sempat tertunda.

Review

Sebagai sebuah tontonan, daya tarik utama film ini terletak pada perpaduan unik antara elemen bela diri tradisional khas Dinasti Ming dengan latar tempat modern di Hong Kong.

Halaman:

Tags

Terkini