KLIK SAJA - Little Big Soldier (2010), atau yang memiliki judul asli Dà Bīng Xiǎo Jiàng, merupakan film aksi komedi berlatar sejarah yang diproduseri sekaligus ditulis langsung oleh Jackie Chan.
Di bawah arahan sutradara Ding Sheng, film ko-produksi Hong Kong dan Tiongkok ini memadukan aksi khas Jackie Chan dengan unsur drama historis yang hangat.
Menariknya, ide cerita film ini kabarnya sempat tertahan dalam proses pengembangan (development hell) selama lebih dari 20 tahun sebelum akhirnya resmi diproduksi.
Mengambil latar pada Abad ke-3 SM selama Era Negara-Negara Berperang (Warring States period) di Tiongkok, Little Big Soldier mempertemukan Jackie Chan dengan penyanyi sekaligus aktor populer Leehom Wang dalam sebuah perjalanan penuh dinamika.
Plot Cerita
Alur cerita berfokus pada dua penyintas terakhir dari pertempuran brutal antara Negara Liang dan Negara Wey: seorang prajurit tua asal Liang yang licik dan gemar berpura-pura mati (Jackie Chan), serta seorang jenderal muda berbakat namun sombong dari Wey (Leehom Wang).
Sang prajurit tua menangkap sang jenderal yang terluka dengan niat membawanya pulang ke Liang sebagai tawanan demi mendapatkan hadiah pembebasan tugas militer agar ia bisa kembali hidup damai sebagai petani.
Perjalanan panjang mereka diwarnai percekcokan tak henti, namun perbedaan ideologi itu perlahan terkikis ketika mereka terpaksa bekerja sama demi bertahan hidup dari berbagai ancaman di jalan—mulai dari jebakan penyanyi jalanan, serangan beruang liar, kepungan pengemis, hingga penangkapan oleh suku pejuang Loufan.
Ketegangan makin memuncak saat terungkap bahwa sang jenderal sebenarnya adalah pangeran mahkota Wey yang sedang diburu oleh adik kandungnya sendiri, Pangeran Wen, yang haus akan takhta.
Misi perburuan saudara ini berujung pada konfrontasi tragis melawan suku Loufan, yang akhirnya memaksa Pangeran Wen mengorbankan nyawanya demi kelangsungan masa depan Wey.
Di akhir perjalanan, meski sang prajurit berhasil membawa sang jenderal ke perbatasan Liang, ia memutuskan untuk membebaskannya setelah sang jenderal berjanji tidak akan menyerang Liang selama sepuluh tahun ke depan.
Namun, kepulangan sang prajurit berubah menjadi duka mendalam ketika ia menemukan tanah airnya telah ditaklukkan oleh Dinasti Qin.
Tanpa tempat kembali, ia memilih untuk mengibarkan bendera Liang dengan penuh kebanggaan hingga gugur tertembus panah prajurit Qin.