Jika itu benar, maka posisinya jadi jauh lebih kompleks bukan hanya musuh, tapi juga cerminan dari masalah yang lebih besar.
Phantom Lawyer sengaja mengaburkan batas antara protagonis dan antagonis.
Setiap karakter punya alasan, luka, dan tujuan masing-masing.
Baca Juga: Siapa Game Changer Phantom Lawyer? Ini 5 Karakter yang Diprediksi Ubah Alur di Episode Berikutnya
Justru karena itulah, tidak ada yang benar-benar bisa dinilai hanya dari satu sisi.
Di dunia seperti ini, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan “siapa yang baik atau jahat”, sejauh mana mereka bersedia melangkah untuk apa yang mereka yakini benar.***