entertainment

Review Film The Last Rescue (2015), Kisah Tiga Prajurit AS Terjebak Di Wilayah NAZI Pada Perang Dunia II

Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:46 WIB
The Last Rescue (prime video)

Saat pasukan SS kembali menemukan jejak mereka, tragedi tak terelakkan terjadi. Bruno dieksekusi, dan para tawanan kembali ditangkap.

Dalam penahanan terakhir, Lewis akhirnya bangkit, menunjukkan keberanian yang selama ini tersembunyi.

Dengan pengorbanan besar dari Maxwell dan keberanian Lewis, mereka berhasil melancarkan pelarian dramatis dari kamp Jerman.

Film ditutup dengan momen simbolis saat Lewis mengibarkan bendera Amerika—pemberian sang adik—sebagai tanda kebebasan, sebelum mereka akhirnya disambut pasukan Sekutu dan dinyatakan selamat.

Review Film

The Last Rescue bukan sekadar film perang penuh tembakan dan ledakan, melainkan sebuah drama kemanusiaan tentang ketakutan, penebusan, dan keberanian yang tumbuh dalam situasi ekstrem.

Fokus utama film ini terletak pada perkembangan karakter James Lewis, yang awalnya digambarkan rapuh dan diliputi trauma, namun perlahan berubah menjadi sosok yang berani menghadapi kenyataan pahit perang.

Akting para pemeran cukup solid, terutama dalam membangun emosi dan ketegangan antarkarakter.

Brett Cullen tampil meyakinkan sebagai perwira yang keras namun realistis terhadap brutalnya perang.

Dinamika antara tentara dan perawat juga memberi sentuhan humanis yang kontras dengan kekerasan di sekeliling mereka.

Dari segi visual, film ini tampil sederhana namun efektif, dengan atmosfer perang yang suram dan realistis.

Meski bukan film perang berskala besar, The Last Rescue berhasil menyampaikan pesan kuat: keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan kemampuan untuk bertindak meski diliputi ketakutan.

Bagi penonton yang menyukai film perang dengan pendekatan karakter dan nilai moral, The Last Rescue adalah tontonan yang layak dan menyentuh.***

Halaman:

Tags

Terkini