Review
The Fate of the Furious menawarkan aksi yang lebih besar, lebih gila, dan lebih spektakuler dibandingkan film-film sebelumnya.
Bahkan bisa dikatakan, pada seri ini merupakan yang paling termegah dan menawarkan aksi kelompok agen rahasia layaknya Mission Impossible.
Pengkhianatan Dominic Toretto menjadi kejutan besar yang memberi warna baru pada formula klasik Fast & Furious, sekaligus menguji makna sejati dari “keluarga”.
Aksi kejar-kejaran mobil tetap menjadi daya tarik utama, kali ini dikemas dengan teknologi modern seperti peretasan mobil jarak jauh dan senjata canggih.
Penampilan Charlize Theron sebagai Cipher tampil dingin, cantik, cerdas, dan penuh ancaman, menjadikannya salah satu villain paling berkesan dalam waralaba ini.
Meskipun ceritanya terasa berlebihan di beberapa bagian seperti di wilayah es Rusia yang terkesan tak masuk akal, film ini tetap berhasil menghibur dengan kombinasi aksi intens, humor khas tim Fast, dan pesan emosional tentang kesetiaan dan keluarga.
The Fate of the Furious membuktikan bahwa waralaba ini masih mampu berkembang dan menghadirkan kejutan, bahkan setelah delapan film.***