Dalam fase ini ia bergabung dengan sebuah firma hukum besar namun ditempatkan di tim pro bono yang hampir tidak menghasilkan apa-apa.
Perubahan mendadak ini menjadi titik awal perjalanan emosional sekaligus profesionalnya.
Episode 3–4: Bergabung di Tim Pro Bono dan Bertemu Park Ki-Bbeum
Setelah mundur dari hakim, Da-Wit mulai bekerja sebagai pengacara di tim pro bono, sebuah kelompok yang memberikan layanan hukum untuk rakyat kurang mampu meskipun tanpa bayaran besar.
Baca Juga: Review Film The 5th Wave (2016) Ketika Alien Memperalat Manusia Untuk Saling Membunuh
Di sinilah ia bertemu Park Ki-Bbeum, seorang pengacara muda yang idealis, penuh semangat, dan sangat peduli pada keadilan sosial.
Park Ki-Bbeum memiliki cara pandang yang sangat berbeda dengan Da-Wit karena ia melihat setiap kasus sebagai kesempatan untuk membantu orang yang benar-benar membutuhkan.
Perbedaan prinsip dan pendekatan inilah yang menciptakan dinamika menarik antara keduanya di kerja tim.
Da-Wit yang masih berusaha menata diri sering kali bersitegang dengan Ki-Bbeum yang lebih fokus pada hak asasi dan keadilan sosial.
Episode ini memperlihatkan konflik awal antara idealisme hukum dan realitas dunia praktik hukum yang keras.
Meski begitu, hubungan profesional mereka mulai berkembang mengikuti setiap kasus yang mereka tangani bersama tim.
Baca Juga: Review Film Soul Eating Spider (2023), Kisah Epik Pertarungan Dua Kekuatan Besar Dunia Persilatan
Episode 5–6: Tantangan Kasus dan Konflik Internal Tim
Memasuki pertengahan seri, tim pro bono menghadapi sejumlah kasus hukum yang tidak mudah, mulai dari kasus tunawisma hingga penyandang disabilitas yang kesulitan mendapatkan keadilan.
Da-Wit mulai merasakan betapa berbeda tanggung jawab sebagai pengacara pro bono dibanding posisinya sebagai hakim dulu.