Primal Scream dan Reformasi The Stone Roses
Setelah The Stone Roses bubar, Mani melanjutkan kariernya bersama Primal Scream, sebelum akhirnya pada 18 Oktober 2011 mengumumkan keputusannya keluar dari band tersebut untuk bergabung kembali dengan The Stone Roses yang direformasi.
Masa kebangkitan The Stone Roses berlangsung sangat sukses, ditandai dengan tur besar, konser-konser padat penonton, serta perilisan dua single baru. Namun, perjalanan ini kembali berakhir pada Juni 2017, setelah konser terakhir mereka di Hampden Park, Glasgow.
Kehidupan Setelah Musik dan Kegiatan Sosial
Usai pembubaran kedua The Stone Roses, Mani memilih menjalani masa hiatus dari dunia musik antara tahun 2017 hingga 2025.
Ia lebih memusatkan perhatian pada kehidupan pribadi, kegiatan sosial, serta penampilan publik.
Bersama istrinya, Imelda, yang saat itu berjuang melawan kanker, Mani aktif menggalang dana untuk lembaga perawatan kanker, termasuk The Christie Cancer Hospital di Manchester.
Baca Juga: Profil Band English Teacher, Indie-Rock yang Berhasil Merajai Inggris Raya
Mereka menyelenggarakan sejumlah lelang amal yang sukses dan berdampak luas.
Di luar musik, Mani tetap dikenal publik sebagai pengamat sepak bola, khususnya sebagai pendukung setia Manchester United.
Ia kerap tampil di televisi dan radio, termasuk di program Football Years di Sky One, serta berbagai podcast.
Rencana yang Tak Terwujud dan Kepergian
Menjelang akhir hidupnya, pada November 2025, diumumkan bahwa Mani berencana menggelar tur bicara di Inggris pada 2026–2027 bertajuk “The Stone Roses, Primal Scream, And Me”.
Tur ini dirancang sebagai refleksi atas perjalanan kariernya selama empat dekade. Sayangnya, rencana tersebut tak pernah terwujud.
Gary “Mani” Mounfield meninggal dunia pada November 2025 dalam usia 63 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi penggemar musik di seluruh dunia.