entertainment

Review Film Clash of Titans (2010), Ketika Manusia Menantang Arogansi Para Dewa Mitologi Yunani

Rabu, 17 Desember 2025 | 15:47 WIB
Clash Of Titans (walmart)

Meski ditawari tahta dan keabadian di Olympus, Perseus memilih tetap hidup sebagai manusia.

Review Film

Clash of the Titans (2010) menyuguhkan tontonan aksi fantasi epik berskala besar dengan dunia mitologi Yunani yang penuh makhluk legendaris, dewa-dewi, dan monster ikonik.

Visual CGI spektakuler, desain monster seperti Medusa, Kraken, dan Kalajengking Raksasa, menjadi daya tarik utama film ini.

Baca Juga: Review Film Mission: Impossible – Rogue Nation (2015), Aksi Tom Cruise Atasi Sindikat Agen Rahasia Jahat

Sam Worthington tampil solid sebagai Perseus—pahlawan yang terjebak di antara dunia manusia dan para dewa. Ralph Fiennes sebagai Hades mencuri perhatian dengan karisma gelapnya, sementara Liam Neeson memberikan wibawa khas sebagai Zeus.

Kehadiran Gemma Arterton sebagai Io menambah unsur emosional dalam perjalanan Perseus.

Meski alurnya sederhana dan tidak sepenuhnya setia pada mitologi aslinya, film ini unggul dalam aksi cepat, visual epik, dan skala petualangan besar.

Beberapa kritik diarahkan pada pengembangan karakter yang terbatas dan konversi 3D yang terasa dipaksakan, namun hal tersebut tidak mengurangi keseruannya sebagai film hiburan.

Clash of the Titans adalah film fantasi aksi yang cocok bagi penonton yang menyukai petualangan heroik, mitologi Yunani, dan pertarungan epik.

Meski bukan film yang mendalam secara naratif, film ini tetap menghibur dan menghadirkan pengalaman visual megah khas sinema blockbuster.***

Halaman:

Tags

Terkini