Ketua komunitas, Roy, menceritakan bahwa kedatangan Gary malam itu terasa seperti kunjungan penuh rindu.
“Semalam Bang Gary itu mampir ke tempat kita. Dia memang sering ke situ,” ujar Roy di rumah duka.
Gary disebut tiba-tiba datang, menyalami satu per satu anggota komunitas sambil mengatakan ia kangen.
Momen itu kini terasa seperti tanda-tanda perpisahan yang tak disadari siapa pun.
Baca Juga: Eksepsi Ditolak, Ammar Zoni Harus Hadir di Sidang! Fakta Lengkap yang Bikin Kasus Makin Panas
Semua orang yang bertemu dengannya malam itu mengenangnya dalam keadaan ceria dan hangat.
Tak ada yang menyangka bahwa silaturahmi itu menjadi pertemuan terakhir.
Begitulah hidup kadang pertemuan paling biasa justru menjadi kenangan paling membekas.
Rindu RX King yang membawanya pada perjalanan terakhir
Dalam obrolan malam itu, Gary mengaku rindu mengendarai RX King karena sudah lama tidak memegang motor tersebut.
Ia meminta izin meminjam RX King milik anggota komunitas, dan tentu saja, temannya mengabulkan permintaan itu.
“Dia bilang kangen bawa RX King,” kata Roy.
Gary lalu berencana pulang sebentar untuk mengambil pakaian di rumahnya di Bintaro.
Seolah tidak ada yang janggal, semuanya terasa biasa saja. Namun siapa sangka, perjalanan singkat itu justru menjadi perjalanan terakhirnya.