KLIK SAJA - Film Riba mengisahkan Sugi, seorang ayah muda yang hidup sederhana dan damai bersama istrinya, Rohmah, serta dua anak mereka, Dimas dan Bening.
Rumah kecil itu terasa penuh tawa, apalagi dengan kehadiran ibu mertua, Lastri, yang menjadi penopang keluarga.
Namun kedamaian yang mereka miliki ternyata rapuh terutama ketika Sugi mulai terjerat hutang riba dari seorang juragan yang bengis dan manipulatif.
Awalnya, Sugi hanya ingin memperbaiki ekonomi keluarga, berharap hidupnya bisa sedikit lebih baik.
Tetapi jerat riba tidak pernah sederhana: sekali masuk, ia menyeret dalam-dalam.
Perlahan, kewajiban membayar bunga yang makin membengkak memecah kehangatan rumah itu.
Ketegangan pun mulai muncul, dan kisah keluarga yang tadinya tenang berubah menjadi perjuangan melepas diri dari lilitan dosa, ancaman, dan rasa bersalah.
Drama Keluarga yang Menohok dan Terasa Dekat dengan Kehidupan Nyata
Film ini berhasil menyentuh isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, riba yang menggerogoti perlahan namun pasti.
Cerita terasa membumi, tidak menggurui, dan memotret kenyataan bahwa niat baik sering membawa seseorang pada pilihan yang tampak mudah tetapi berujung petaka.
Sugi digambarkan bukan sebagai sosok jahat, melainkan manusia biasa yang terjebak oleh keadaan dan tekanan hidup.
Ada momen-momen kecil yang memilukan seperti perdebatan kecil dengan Rohmah, tatapan sedih Lastri yang merasa tak berdaya, hingga anak-anak yang ikut merasakan tegangnya suasana rumah.
Visual film ini sederhana namun efektif, menonjolkan atmosfer rumah yang awalnya hangat lalu berubah semakin gelap.