entertainment

Review Film 'Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara' (2016), Ketika Seorang Guru Muslim Mengajar di Wilayah Katolik

Selasa, 25 November 2025 | 14:43 WIB
Review Film 'Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara' (2016), Ketika Seorang Guru Muslim Mengajar di Wilayah Katolik (IMDb)

Aisyah membantu murid yang sakit, ikut kegiatan desa, tertawa bersama anak-anak, dan belajar memahami budaya Katolik setempat.

Ia hadir tanpa menghakimi, tanpa memaksa, tanpa merendahkan justru membuka dialog antariman yang hangat dan tulus.

Gambaran Realistis Guru di Daerah Terpencil

Aisyah harus berjalan kaki jauh, rumah tinggal seadanya, fasilitas sekolah terbatas, dan akses yang serba sulit.

Baca Juga: Review Film Master So Dragon Subduing Palms (2018), Kegigihan Anak Pejabat Belajar Bela Diri Demi Dapatkan Cintanya

Film ini menggambarkan realitas banyak guru di Indonesia: yang berangkat dini hari, melewati bukit, bahkan menyeberangi sungai demi mengajar.

Melalui kisah Aisyah, kita diingatkan bahwa sebagian besar pendidikan negeri ini ditopang oleh keteguhan guru-guru “yang tidak pernah viral”.

Siswa yang Awalnya Menolak Lalu Perlahan Melebur

Perubahan sikap siswa adalah highlight emosional film ini.

Dari yang cuek, takut, hingga akhirnya membuka hati dan melibatkan Aisyah dalam kehidupan mereka.

Momen ketika para siswa mulai memanggil Aisyah dengan hangat terasa seperti “hadiah kecil” yang hanya dimengerti oleh para guru: dicintai karena kebaikan, bukan karena kesempurnaan.

Film yang Membuat Kita Mengucap Terima Kasih Sekali Lagi

Baca Juga: Ini Dia Deretan Pemenang FFI 2025, Kejutan Manis, dan Film-Film yang Mengubah Percakapan Tahun Ini!

Di Hari Guru Nasional, film ini mengajak kita melihat perjuangan guru dari sudut yang jarang disorot yaitu rasa kesepian, perbedaan budaya, dan tekanan batin karena merasa “asing”.

Aisyah mengingatkan kita bahwa mengajar bukan cuma profesi melainkan pengabdian yang melahirkan kedamaian.

Halaman:

Tags

Terkini