KLIK SAJA – Film asal Tiongkok bergenre fantasi Wuxia ini disutradarai Edward Guo, serta dibintangi Mark Chao sebagai Qing Ming dan Deng Lun sebagai Bo Ya
Film The Yin-Yang Master: Dream of Eternity diadaptasi dari seri novel Onmyōji karya Yumemakura Baku, dengan interpretasi baru yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Guo Jing Ming.
Ini merupakan adaptasi live-action ketiga dari novel tersebut, setelah dua versi Jepang pada tahun 2001 dan 2003.
Menariknya, film ini dirilis hampir bersamaan dengan The Yin Yang Master — film lain yang juga terinspirasi dari game mobile dan novel aslinya — sehingga sering dibandingkan oleh para penonton dan kritikus.
Plot Cerita
Cerita berpusat pada petualangan Qing Ming, seorang ahli kosmologi Onmyōdō — seni kosmologi esoterik Jepang kuno — yang menyelidiki berbagai peristiwa aneh terkait misteri besar antara alam surgawi dan sebuah artefak mistis.
Latar dunia film ini menampilkan realitas fantasi di mana makhluk-makhluk supranatural, termasuk iblis dan roh misterius, hidup berdampingan dengan manusia.
Dalam perjalanannya, Qing Ming membangun persahabatan yang erat (bahkan menampilkan sedikit nuansa bromance) dengan Bo Ya, seorang penjaga istana kerajaan yang gagah dan berprinsip.
Keduanya membentuk duo tangguh yang bekerja sama menumpas berbagai ancaman dari dunia lain sambil mengurai benang misteri yang kian dalam.
Selain keduanya, film ini juga menampilkan karakter-karakter pendukung yang menarik seperti Putri Zhang Ping, Master Long Ye, dan He Shou Ye, yang memperkaya dinamika cerita dan memperluas dunia magisnya.
Review
Performa Mark Chao dan Deng Lun menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Mark menampilkan pesona yang halus namun kuat sebagai Qing Ming—hangat, tulus, dan berkarisma dengan kepercayaan diri yang elegan.
Sementara Deng Lun membawakan Bo Ya dengan gaya minimalis dan ekspresi tenang yang menggambarkan keteguhan seorang prajurit sejati.