Penggambaran kekejaman yang dilakukan oleh tentara Belanda terasa sangat nyata, sehingga membuat penonton merasa tidak nyaman namun tetap terdorong untuk terus menyaksikan.
Akting para pemainnya sangat solid, terutama Martijn Lakemeier sebagai Johan.
Ia berhasil memerankan sosok tentara muda yang lugu dan perlahan-lahan kehilangan idealisme.
Ekspresi matanya yang kosong dan penuh rasa bersalah menjadi cerminan dari tragedi yang ia saksikan.
Marwan Kenzari juga tampil memukau sebagai Raymond Westerling.
Ia berhasil menampilkan karakter yang karismatik namun juga sangat menakutkan, membuat penonton merasakan aura kegilaan dan kekejaman yang dipancarkannya.
Film ini tidak hanya fokus pada pertempuran fisik, tetapi juga pada pertempuran batin yang dialami oleh Johan.
Narasi film ini mengalir dengan baik, menunjukkan bagaimana Johan perlahan-lahan tergerus oleh kekejaman di sekelilingnya, dan bagaimana trauma itu membentuk dirinya.
Baca Juga: Review Film 'Guru Bangsa: Tjokroaminoto' (2015), Kisah Perjuangan Sang Pendidik Bangsa
De Oost adalah sebuah film yang berani untuk menggali masa lalu yang gelap dan mengajukan pertanyaan moral yang sulit.
Film ini adalah pengingat penting tentang kebrutalan perang dan dampaknya yang abadi pada semua pihak.
Rating: 4.5 dari 5 Bintang.***