entertainment

Film 'Merah Putih: One For All' Memang Bercerita Tentang Apa? 4 Hal Mengapa Menjadi Kontroversi?

Selasa, 12 Agustus 2025 | 13:12 WIB
Cover Film Merah Putih: One For All (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, sebuah film animasi nasional berjudul Merah Putih: One For All resmi tayang di jaringan bioskop tanah air.

Dirilis pada awal Agustus 2025, film ini semula diharapkan menjadi tontonan keluarga yang menyatukan semangat nasionalisme.

Namun, alih-alih hanya menuai pujian, film ini justru memicu perdebatan hangat di media sosial.

Cerita Merah Putih: One For All berfokus pada delapan anak dari berbagai latar belakang suku dan budaya Indonesia—Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga keturunan Tionghoa—yang tergabung dalam “Tim Merah Putih” di sebuah desa.

Mereka mendapat tugas penting: menjaga bendera merah putih yang akan dikibarkan saat upacara 17 Agustus.

Namun, tiga hari sebelum upacara, bendera tersebut hilang secara misterius.

Anak-anak ini pun memulai pencarian penuh tantangan—menembus hutan, melintasi sungai, menghadapi badai, hingga menekan ego masing-masing demi satu tujuan: memastikan bendera tetap berkibar di hari kemerdekaan.

Kisah ini mencoba menggambarkan bahwa keberagaman justru menjadi sumber kekuatan, bukan penghalang.

Meski premisnya terdengar inspiratif, film ini menuai empat kontroversi besar di sosial media:

  1. Kualitas Animasi Dinilai Rendah
    Ekspektasi publik terhadap film animasi layar lebar tentu tinggi. Sayangnya, banyak penonton menilai animasinya kaku, patah-patah, dan ilustrasinya kurang rapi. Untuk standar film bioskop, kualitas ini dianggap belum memadai—lebih cocok untuk tayangan edukasi media sosial.
  2. Background Ilustrasi Diduga Tidak Orisinil
    Beberapa pengamat dan warganet menemukan kesamaan mencolok antara latar gambar film ini dengan karya visual yang sudah ada sebelumnya. Dugaan penggunaan gambar modifikasi tanpa kreativitas penuh memicu perbincangan panas.
  3. Jalan Cerita Dianggap Lemah
    Meski bendera adalah simbol penting, sebagian penonton merasa motivasi cerita tidak cukup kuat untuk membangun ketegangan. Pencarian bendera terkesan bertele-tele dan kurang menonjolkan semangat patriotik yang mendalam.
  4. Plot Absurd di Beberapa Adegan
    Adegan anak-anak yang berkeliaran di gudang senjata hingga menjelajah hutan untuk mencari bendera dinilai tidak realistis, membuat sebagian penonton kehilangan rasa keterhubungan dengan cerita.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Merah Putih: One For All tetap menyampaikan pesan penting: persatuan dan gotong royong adalah kunci untuk menghadapi rintangan.

Namun, eksekusi teknis dan narasi film ini masih menjadi bahan diskusi yang memecah opini publik.

Tags

Terkini