Inilah yang disebut netizen sebagai aura farming—gaya keren tanpa usaha berlebihan.
Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan. Festival ini juga menjadi ajang pesta rakyat yang menampilkan berbagai seni budaya seperti Randai Kuantan Singingi, sanggar tari, lagu daerah, hingga pekan raya.
Sejak 2014, tradisi Pacu Jalur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Kehadiran para penari cilik dalam festival ini bukan hanya menyemarakkan suasana, tetapi juga menjadi wajah baru pelestarian budaya yang menyentuh hati jutaan orang melalui media sosial.
Kini, mereka tidak hanya jadi ikon lokal, tetapi simbol semangat budaya Indonesia yang terus hidup di era digital.***