entertainment

Lagi Viral! Cerita Dibalik 'Aura Farming' Penari Cilik Pacu Jalur Perahu Dayung, Terkenal Hingga Luar Negeri!

Minggu, 6 Juli 2025 | 01:13 WIB
Bocah penari Pacu Jalur sedang beraksi dan foto unggahan pesepakbola luar negeri selebrasi ala penari pacu jalur (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Fenomena baru tengah mengguncang jagat media sosial, khususnya TikTok dan platform lainnya.

Kali ini bukan tentang tren tarian modern atau tantangan viral, melainkan sebuah budaya tradisional yang berhasil mencuri perhatian publik: penari cilik Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau.

Mereka tampil memukau dengan gaya menari yang santai namun penuh percaya diri—fenomena ini kemudian dijuluki sebagai "aura farming", yaitu saat seseorang tampak keren tanpa berusaha menjadi keren.

Video viral pertama kali diunggah oleh akun TikTok @cecepijaa pada Selasa, 13 Agustus 2024.

Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 15,2 juta kali, bahkan mendapatkan respons dari warganet mancanegara yang mencoba meniru gaya para penari cilik tersebut.

Belakangan banyak pesepakbola luar negeri yang meniru gaya tarian 'cool' khas para penari cilik itu saat selebrasi perayaan gol.

Pacu Jalur sendiri merupakan lomba perahu tradisional khas Riau yang telah eksis sejak abad ke-17, atau sekitar tahun 1890.

Festival ini digelar setiap tahun di Tepian Narosa Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, dan kini telah menjadi agenda rutin dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana meriahnya Pacu Jalur

Dalam satu perahu pacu jalur yang panjangnya bisa mencapai 25 hingga 40 meter, terdapat tiga anak dengan peran penting: penari, tombo ruang, dan tukang onjai.

Penari cilik biasanya ditempatkan di bagian depan perahu, mengenakan pakaian adat Melayu yang mencolok—berwarna merah, jingga, atau kuning—untuk menarik perhatian penonton.

Bahkan tak jarang mereka menggunakan kaca mata hitam, yang bukan hanya berfungsi melindungi dari sinar matahari, namun juga sebagai aksesori 'aura farming' agar tampak lebih 'keren'.

Mereka menari mengikuti irama dayung tanpa gerakan yang rumit, cukup dengan ayunan tangan ke kanan, kiri, depan, dan belakang secara gemulai.

Yang membuat aksi mereka viral adalah perpaduan antara keluwesan gerak tubuh, ekspresi percaya diri, dan aura khas anak-anak yang polos namun memesona.

Halaman:

Tags

Terkini