entertainment

Review Drakor Netflix 'Mercy For None', Genre Aksi Kriminal yang Menegangkan

Minggu, 8 Juni 2025 | 08:20 WIB
Cover Drakor Mercy For None (Netflix)

KLIK SAJA - Bosan dengan drama Korea yang berputar-putar di genre romansa atau komedi?

Kini saatnya mencoba tontonan dengan nuansa berbeda yang lebih gelap dan intens.

Mercy for None, drama terbaru Netflix yang rilis pada Jumat (6/6/2025), hadir sebagai angin segar bagi penggemar genre aksi kriminal yang penuh ketegangan dan adrenalin.

Diadaptasi dari webtoon populer Plaza Wars: Mercy for None, drama ini menyuguhkan aksi brutal dan alur penuh intrik dalam dunia kejahatan bawah tanah Seoul.

Cerita berpusat pada Nam Gi-jun, diperankan dengan sangat meyakinkan oleh So Ji-sub, seorang mantan eksekutor mafia yang telah menghilang selama 11 tahun.

Gi-jun kembali ke kota setelah adik kandungnya, Nam Gi-seok (Lee Jun-hyuk), tewas secara tragis. Gi-jun tidak sekadar kembali, tapi dengan misi balas dendam dan mengungkap siapa dalang di balik kematian saudaranya.

Dengan tongkat baseball sebagai senjata andalan, Gi-jun menapaki dunia kriminal yang lebih rumit dan kejam dari sebelumnya.

Drama ini tidak hanya menyoroti kekerasan fisik, tapi juga konflik batin dan dilema moral dari setiap karakter. Penonton akan dibuat menebak-nebak siapa sebenarnya teman dan siapa lawan.

Konflik utama bermula dari perseteruan dua kelompok kriminal besar: Grup Juwoon dan Grup Bongsan.

Ketegangan memuncak ketika Gi-seok, yang baru saja ditunjuk sebagai penerus Grup Juwoon, dibunuh oleh Gu Jun-mo (Gong Myoung), anak pemimpin Grup Bongsan, akibat bentrokan pribadi.

Maka dari sinilah babak balas dendam dan pertarungan kekuasaan dimulai.

Sekilas jalan ceritanya lebih cenderung alur film Jepang yang orientasi gangster Yakuza.

Yang menarik, drama ini tidak hanya menyuguhkan aksi brutal, tapi juga menampilkan nuansa sinematik yang kelam dan artistik.

Sutradara Choi Sung-eun berhasil menciptakan atmosfer mencekam yang konsisten dari awal hingga akhir episode.

Halaman:

Tags

Terkini