entertainment

Review Film 'Departures' (2008), Menggali Keindahan Hidup di Balik Kematian

Minggu, 1 Juni 2025 | 12:40 WIB
Review Film 'Departures' (2008), Menggali Keindahan Hidup di Balik Kematian (Poster Film Departures / My Drama List)

KLIK SAJA - Film Jepang "Departures"yang dirilis pada tahun 2008 adalah sebuah mahakarya sinematik yang berhasil mengukir sejarah sebagai film Jepang pertama yang memenangkan penghargaan Best Foreign Language Film di ajang Academy Awards (Oscar).

Prestasi luar biasa ini menjadikan "Departures" bukan hanya film yang sangat istimewa, tetapi juga sebuah tontonan wajib bagi siapa pun yang mencari kisah mendalam, menyentuh hati, dan penuh makna tentang kehidupan, kematian, dan martabat.

Sinopsis

"Departures" mengisahkan perjalanan hidup Daigo Kobayashi (Masahiro Motoki), seorang pemain cello orkestra yang tiba-tiba kehilangan pekerjaannya setelah orkestranya bubar.

Baca Juga: Review Film 'Jalan Pulang' (2025): Film yang Mengungkap Keteguhan Hati Ibu dalam Pencarian Obat Penyakit Misterius Anaknya

Dihadapkan pada kenyataan pahit ini, Daigo memutuskan untuk meninggalkan Tokyo dan kembali ke kampung halamannya di pedesaan bersama sang istri, Mika.

Di sana, ia menemukan sebuah iklan pekerjaan dengan judul "Departures" yang awalnya ia kira terkait dengan biro perjalanan.

Namun, betapa terkejutnya Daigo ketika mengetahui bahwa pekerjaan itu sebenarnya adalah sebagai "nokanshi", sebuah profesi yang mengurus jenazah atau mempersiapkan tubuh orang yang meninggal untuk prosesi pemakaman.

Awalnya, Daigo merasa ragu, canggung, bahkan jijik dengan pekerjaan barunya ini.

Masyarakat sekitar pun memandang rendah profesi nokanshi karena dianggap tabu. Mika, istrinya, bahkan merasa malu dan tidak dapat menerima pekerjaan Daigo.

Namun, seiring berjalannya waktu, Daigo mulai melihat pekerjaan ini dengan perspektif yang berbeda.

Baca Juga: Review Film 'Tenung' (2025): Kisah Mencekam Ira dan Ibunya yang Terjebak Teror Mistis Hingga Maut Menjemput, Siap Tayang 5 Juni 2025

Ia belajar dari atasannya, Sasaki, bahwa setiap upacara nokanshi adalah bentuk penghormatan terakhir yang indah dan penuh martabat bagi orang yang telah tiada.

Ia menyaksikan bagaimana proses membersihkan dan mendandani jenazah dengan penuh kasih sayang dapat membawa kedamaian bagi keluarga yang berduka.

Halaman:

Tags

Terkini