KLIK SAJA - Film Pembantaian Dukun Santet ini mengangkat sebuah konflik masyarakat yang mengerikan, di mana tuduhan praktik ilmu hitam berujung pada pembunuhan massal tanpa memberikan kesempatan bagi para korban untuk membela diri.
Kekacauan dan ketakutan melanda berbagai wilayah, menciptakan atmosfer anarki yang mencekam.
Di tengah badai konflik yang meluas, sebuah pesantren menjadi sasaran teror yang tak kalah berbahaya.
Para pengajar dan santri mulai menjadi korban pembunuhan misterius satu per satu, menebarkan kengerian di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat belajar dan kedamaian.
Dalam situasi yang penuh bahaya dan ketidakpastian ini, seorang santri bernama Satrio, yang diperankan oleh Kevin Ardilova, berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekacauan yang melanda.
Selain berusaha menyelamatkan diri dari ancaman pembantaian di sekitarnya, Satrio juga diliputi kekhawatiran akan keselamatan kedua orang tuanya yang turut terancam oleh konflik yang berkecamuk.
Di tengah keputusasaan dan ketakutan, Satrio memiliki tekad yang kuat untuk mengungkap dalang di balik teror yang secara sistematis menyerang pesantrennya.
Perjalanan Satrio dalam mengungkap kebenaran akan membawanya pada berbagai intrik dan bahaya yang tak terduga.
Ia harus menghadapi pihak-pihak yang mungkin memiliki keterlibatan dalam kekerasan yang terjadi, sambil berusaha melindungi diri dan orang-orang yang dicintainya.
Film ini menjanjikan alur cerita yang penuh dengan misteri, ketegangan, dan aksi, seiring dengan upaya Satrio untuk memecahkan teka-teki di balik serangkaian pembunuhan di pesantren dan akar dari konflik masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga: Review Film '47 Meters Down' (2017), Sajikan Ketegangan Terjebak Bersama Hiu Ganas
Dengan latar belakang konflik sosial yang sensitif dan ancaman teror di lingkungan pesantren, film ini berpotensi untuk menyajikan sebuah narasi yang kuat dan menggugah.
Perjuangan seorang santri di tengah kekacauan, antara menyelamatkan diri dan mengungkap kebenaran, akan menjadi fokus utama cerita.