entertainment

Review Film 'Pusaran (n)' 2021, Bertemakan Hari Jadi Kota Semarang Tentang Perjuangan, Kehilangan, dan Secercah Harapan di Sudut Kota

Jumat, 2 Mei 2025 | 15:54 WIB
Review Film 'Pusaran (n)' 2021, Bertemakan Hari Jadi Kota Semarang Tentang Perjuangan, Kehilangan, dan Secercah Harapan di Sudut Kota (kuasakata.com)

KLIK SAJA - Film ini menyajikan potret kehidupan tiga individu yang bergulat dengan kerasnya realitas di perkotaan.

Kita diperkenalkan kepada Rahmaan, seorang pengemudi ojek daring yang dilanda frustrasi mendalam hingga keinginan untuk mengakhiri hidup akibat terpisah dari anak dan istrinya.

Di sisi lain, ada Febiiola, seorang waria yang menjalani kehidupannya dengan segala tantangan yang menyertainya.

Kemudian, Laksmi, seorang ibu yang bertahan hidup dengan menjadi bandar togel dan penjual minuman keras jenis congyang.

Baca Juga: Ulasan Drama Karma (2025): Thriller Gelap tentang Takdir dan Konsekuensi Moral

Meskipun alur ketiganya tampak terpisah, benang merah kesepian dan perjuangan untuk bertahan hidup terasa kental mewarnai narasi.

Kisah Rahmaan menjadi salah satu fokus utama. Keterasingannya dari keluarga membuatnya mencapai titik nadir.

Sebuah insiden kecil saat mengantar penumpang, seorang wanita dan pria hidung belang dari sekolah ke kafe, memicu ledakan emosi Rahmaan karena kerinduannya pada sang anak yang tak tertahankan.

Reaksi penumpangnya yang awalnya kaget namun kemudian menunjukkan pemahaman menjadi momen singkat yang menyoroti keputusasaan Rahmaan.

Pertemuan kedua Rahmaan dengan Laksmi di Jalan Menterin Supeno membuka ruang dialog yang lebih dalam.

Laksmi berbagi kisah pilunya sebagai seorang wanita yang ditinggal selamanya oleh suaminya, menjalani hidup seorang diri.

Baca Juga: Episode 3 The Haunted Palace Tayang Jam Berapa? Intip Spoiler Lengkapnya di Sini!

Ketika Rahmaan dimintai tanggapan, ia hanya mampu mengungkapkan kerinduan mendalamnya pada anak dan istri setelah sekian lama terpisah.

Interaksi singkat ini, meskipun tidak menjelaskan secara rinci latar belakang masing-masing karakter, berhasil membangun empati penonton terhadap beban kehidupan yang mereka pikul.

Halaman:

Tags

Terkini