entertainment

Sinopsis Film 'Pengepungan di Bukit Duri', Karya Anyar Joko Anwar Rilis 17 April 2025

Selasa, 15 April 2025 | 21:49 WIB
Cover film Pengepungan di Bukit Duri (Come and See Pictures)

KLIK SAJA - Sutradara visioner Joko Anwar sekali lagi menggebrak dunia perfilman Indonesia dengan karya terbarunya berjudul Pengepungan di Bukit Duri.

Film bergenre drama-thriller ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 17 April 2025 dan telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta film lokal sejak diumumkan pertama kali di akun Instagram resminya, @jokoanwar.

Mengusung kisah penuh ketegangan, film ini memadukan nuansa emosional yang dalam dengan atmosfer mencekam dari dunia pendidikan yang penuh kekacauan.

Cerita berpusat pada Edwin, diperankan oleh Morgan Oey, seorang pria yang berjuang untuk menepati janji terakhir kepada kakaknya—menemukan sang keponakan yang hilang.

Maka demi misi itu, Edwin menyamar menjadi guru di SMA Duri, sebuah sekolah yang penuh dengan siswa bermasalah dan reputasi brutal.

Di balik tembok sekolah tersebut, ia menghadapi realitas yang jauh dari harapan: kekerasan, intimidasi, dan atmosfer muram yang perlahan-lahan menjeratnya.

Namun ketika Edwin akhirnya menemukan keponakannya, sebuah kerusuhan besar pecah dan mereka terjebak di dalam sekolah bersama para siswa yang mulai kehilangan kendali.

Apa yang awalnya tampak sebagai upaya penyelamatan pribadi, berubah menjadi pertarungan hidup dan mati di tengah pengepungan.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris ternama seperti Omara N. Esteghlal sebagai Jefri, Hana Malasan sebagai Diana, Endy Arfian sebagai Kristo, Fatih Unru sebagai Angga, serta Dewa Dayana, Faris Fadjar Munggaran, Florian Rutters, Farandika, dan Sandi Pradana.

Joko Anwar menjelaskan bahwa film ini dibuka dengan suasana yang tampak damai—siswa bercengkrama, warga tersenyum—namun semua itu hanyalah kedamaian semu.

Denting bel sekolah menjadi penanda bahwa sesuatu yang kelam sedang menunggu. Dengan pendekatan visual sinematik dan produksi desain kelas dunia, film ini menghadirkan versi fiksi Indonesia di masa depan yang terasa sangat dekat dan nyata.

Menariknya, Pengepungan di Bukit Duri menjadi kolaborasi perdana antara rumah produksi lokal Come and See Pictures dengan studio internasional Amazon MGM Studios untuk wilayah Asia Tenggara.

Ini menjadi langkah besar bagi perfilman Indonesia, sekaligus bukti bahwa cerita-cerita lokal memiliki daya saing global.

Dengan kombinasi alur yang intens, akting kelas atas, serta penyutradaraan khas Joko Anwar yang penuh kejutan, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah dan mengguncang emosi penonton.***

Halaman:

Tags

Terkini